Mitos atau Fakta: Buka Puasa dengan Makanan Manis Baik untuk Kesehatan?

Jum'at, 08 Maret 2024 | 07:35 WIB
Mitos atau Fakta: Buka Puasa dengan Makanan Manis Baik untuk Kesehatan?
Ilustrasi buka puasa bersama (Freepik)

Suara.com - Berbicara mengenai buka puasa, biasanya beberapa orang akan mengonsumsi makanan yang manis-manis terlebih dahulu. Setelah mengonsumsi makanan manis, orang tersebut nantinya baru akan konsumsi makanan yang berat.

Terkait konsumsi makanan manis saat buka puasa ini juga kerap menjadi perbincangan. Pasalnya, mengonsumsi makanan manis itu dikhawatirkan dapat memberikan efek kurang baik serta bisa sebabkan diabetes pada diri seseorang.

Namun, benarkah konsumsi makanan manis saat buka puasa itu kurang baik bagi tubuh?

Menjelaskan hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Ketua PB PAPDI, DR Dr Sally Aman Nasution, SpPD, KKV, FINASIM, mengatakan, makanan manis diperbolehkan untuk buka puasa. Hal ini karena makanan manis akan membantu gula darah naik setelah menjalankan puasa. Hanya saja, makanan manis yang dikonsumsi itu tidak berlebihan.

“Kebetulan nggak masalah makanan manis justru bagus gula darahnya naik sesudah dia puasa gitu ya,” ungkap Dr Sally saat diwawancarai usai acara Media Gathering bersama PAPDI, Rabu (6/3/2024).

Ilustrasi buka puasa - doa buka puasa idul adha (Pexels)
Ilustrasi buka puasa (Pexels)

Justru buka puasa dengan makanan besar yang tidak dianjurkan. Berdasarkan keterangan Dr Sally, mengonsumsi makanan berat saat berbuka memberikan dampak kurang baik bagi tubuh. Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan manis dengan porsi yang kecil jauh lebih baik.

“Cuma memang tidak dianjurkan makan besar langsung. Karena kan kita habis puasa buka dul membatalkan. Selain itu syarat secara agama secara kesehatan juga bagus. Jadi small porsi dulu , buka dulu, terus sholat segala macam baru nanti makan besar dan seperti itu itu sebenarnya sesuai kesehatan bagus,” jelasnya.

Selain masalah buka puasa ini, Dr Sally juga mengingatkan untuk konsumsi air yang cukup. Banyaknya gelas juga menakar sesuai kebutuhan masing-masing.

Dalam penjelasannya, diharapkan untuk orang-orang konsumsi air sesuai kebutuhannya, terutama saat sahur. Dengan konsumsi air yang cukup saat sahur ini akan membantu cegah dehidrasi ketika menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Baca Juga: 5000 Peserta Tarian Sehat Bersama Isi Piringku Pecahkan Rekor MURI

“Untuk banyaknya gelas yang diminum itu sendiri semua tergantung kebutuhan. Jadi kebutuhan seharinya mungkin sebagian besar pada waktu buka itu minumnya lebih banyak. Namun di waktu sahur disarankan juga untuk konsumsi air yang cukup. Jadi yang penting cairan terpenuhi,” tutup Dr Sally.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI