Sakit di Bulan Ramadan, Bagaimana Aturan Minum Obat saat Puasa yang Tepat?

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Minggu, 17 Maret 2024 | 13:44 WIB
Sakit di Bulan Ramadan, Bagaimana Aturan Minum Obat saat Puasa yang Tepat?
Ilustrasi minum obat. (pexels)

Suara.com - Berpuasa di Bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat muslim. Namun sayangnya, penyakit kadang datang tak kenal waktu, termasuk saat puasa Ramadan.

Tentunya, kondisi tubuh yang tidak fit karena sakit bisa mengganggu kelancaran berpuasa. Untuk itu, diperlukan minum obat teratur agar bisa sembuh.

Namun mengingat saat puasa seseorang tidak boleh makan dan minum dari subuh hingga matahari terbenam, maka jadwal minum obat pun ikut berubah.

Jadwal minum obat harus disesuaikan dengan rentang waktu diperbolehkan makan dan minum. Lantas, bagaimana aturan minum obat saat puasa yang tepat agar efek obat tetap optimal?

Aturan Waktu Minum Obat saat Puasa

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jadwal minum obat saat puasa bisa dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Namun jika Anda membeli obat bebas di apotek, bisa mengikuti aturan berikut.

Ilustrasi minum obat (Pexels.com/Michelle Leman)
Ilustrasi minum obat (Pexels.com/Michelle Leman)

1. Sebelum makan

Obat yang harus diminum sebelum makan dapat dikonsumsi sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau makan malam/makan besar setelah membatalkan buka puasa.

2. Sesudah makan

Baca Juga: 15 Ide Menu Takjil Ramadhan untuk Dibagikan di Masjid, Makanan Buka Puasa Murah dan Hemat

Jika obat harus diminum setelah makan, maka bisa dikonsumsi kira-kira 5 -10 menit setelah makan besar saat lambung sudah terisi

Sementara itu apabila ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan, Anda dapat mengisi perut dahulu dengan biskuit sebelum minum obat.

3. Minum obat 1 kali sehari

Penggunaan obat pada saat puasa yang diminum 1 kali sehari tidak ada perbedaan ketika digunakan saat puasa. Dapat diminum saat malam hari atau pagi hari saat sahur.

4. Minum obat 2 kali sehari

Obat yang diminum dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada sesaat setelah berbuka puasa dan saat sahur.

5. Minum obat 3 kali sehari

Solusinya untuk obat yang perlu dikonsumsi 3 kali sehari sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter. Tanyakan apakah ada alternatif obat yang memiliki khasiat sama namun bekerja panjang, sehingga bisa diminum 1-2 kali sehari saja.

Jika obat tetap harus diminum 3 kali sehari, maka penggunaannya adalah dari waktu buka puasa hingga sahur, yang sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama.

Contohnya, obat yang diberikan dengan durasi 3 kali minum maka bisa disiasati dengan waktu konsumsi pada pukul 18.00, 23.00, dan 04.00.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI