Dokter Duga Lonjakan Drastis DBD di Indonesia Disebabkan Perubahan Iklim: Nyamuk Beradaptasi!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 06 April 2024 | 15:35 WIB
Dokter Duga Lonjakan Drastis DBD di Indonesia Disebabkan Perubahan Iklim: Nyamuk Beradaptasi!
Ilustrasi Nyamuk (pexels/icon com)

Suara.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD meyakini peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi karena perubahan iklim. Kondisi ini membuat nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue mampu berkembangbiak dengan cepat.

Menurut dr. Fatnan, kondisi perubahan iklim ini sudah sangat terasa di Indonesia, salah satunya ditandai di berbagai wilayah masih mengalami hujan lebat padahal seharusnya periode Maret-April memasuki musim pancaroba menuju musim kemarau.

"Kalau melihat siklus kemenkes kalau dipetakan berdasarkan iklim, dulu terpetakan Oktober sampai Maret itu musim hujan. Lalu April-Maret itu pancaroba, dulu tuh bisa dipetakan, sekarang nggak jelas sama sekali," ujar dr. Fatnan dalam acara diskusi virtual Seri Webinar Ramadhan, Jumat (6/4/2024).

Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)
Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Keyakinan dr. Fatnan juga diperkuat setelah dirinya sempat mendengarkan acara diskusi kedokteran hewan, terkait perubahan iklim bisa mempengaruhi perkembangan hewan.

Termasuk adanya dugaan nyamuk aedes aegypti mampu bertelur di mana sana untuk beradaptasi. Mengingat selama ini nyamuk pembawa virus dengue ini kerap dikenal sebagai nyamuk 'resik', sehingga hanya mau bertelur di genangan air bersih.

"Apakah dia bisa adaptasi dengan tempat kotor, jumlah nyamuk akan berubah saat perubahan iklim dan perkembangannya bakal banyak sekali. Jadi itu sangat menarik, nyamuk melonjak drastis, salah satu paling tinggi karena perubahan iklim," papar dr. Fatnan.

Selain itu dr. Fatnan membenarkan selaiknya sifat virus yang ada di dunia, virus dengue penyebab BDB bisa bermutasi. Apalagi kata dia, virus dengue termasuk salah satu virus yang tertua di dunia, lebih tua dari panya virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19.

Di sisi lain, dr. Fatnan juga menemukan saat ini sudah ada beragam gejala DBD yang tidak melulu diawali dengan demam, tapi bisa lebih dulu mengalami sakit perut dan diare.

"Saat ini ada gejala DBD nyeri perut, jadi masuk awalnya bukan karena demam tapi karena nyeri perut. Ada masuk ke RS karena diare, demam tidak tinggi, padahal biasanya demam karena virus bisa tinggi sekali, tapi kebanyakan demamnya setelah DBD-nya terdeteksi, dan baru akan tinggi sekali," papar dr. Fatnan.

baca juga

Berstutus KLB, kasus DBD melonjak di Indonesia

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, per Selasa 26 Maret atau pekan ke-13 di 2024, kasus dengue di Indonesia dilaporkan mencapai 53.131 orang. Sementara itu, kasus kematian akibat dengue dilaporkan ada 404 orang.

Dari sistem pemantauan penyakit, Kota Bandung tercatat dengan jumlah kasus dengue sebanyak 1.741 kasus, disusul Kota Kendari dengan 1.195 kasus, Bandung Barat 1.143 kasus, Kota Bogor 939 kasus, dan Subang 909 kasus.

Untuk sebaran kematian akibat dengue, Jepara mencatat angka 17 kematian, disusul Subang dengan 15 kematian, Kabupaten Bandung 14 kematian, Kendal 13 kematian dan Bogor 12 kematian.

Di sisi lain Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Ditjen P2P) Kemenkes, dr. Imran Pambudi, MPHM sudah menetapkan status Indonesia KLB DBD. Ini karena lonjakan kasus DBD yang meningkat drastis dibanding sebelumnya.

"Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah bosan untuk terus menekankan pentingnya 3M Plus, dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD," ungkap Imran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Tegaskan Wolbachia Tidak Picu Keganasan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

Kemenkes Tegaskan Wolbachia Tidak Picu Keganasan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

Health | Selasa, 02 April 2024 | 20:51 WIB

Kemenkes Sebut Kasus DBD Akan Terus Meningkat di Musim Pancaroba Mendatang, 3M Plus Jadi Saran Pencegahan

Kemenkes Sebut Kasus DBD Akan Terus Meningkat di Musim Pancaroba Mendatang, 3M Plus Jadi Saran Pencegahan

Health | Selasa, 02 April 2024 | 13:53 WIB

Ini Cara Agar Anak Muda Makin Terlibat Dalam Aksi Iklim

Ini Cara Agar Anak Muda Makin Terlibat Dalam Aksi Iklim

Lifestyle | Selasa, 02 April 2024 | 09:11 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB