Bikin Kondisi Dorman Borisman Drop, Ini Sebab Stroke ke-2 Lebih Berbahaya dan Mematikan!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 08 Mei 2024 | 12:03 WIB
Bikin Kondisi Dorman Borisman Drop, Ini Sebab Stroke ke-2 Lebih Berbahaya dan Mematikan!
Dorman Borisman [Instagram]

Suara.com - Sebelum meninggal dunia karena diabetes, Dorman Borisman sempat mengalami dua kali serangan stroke yang membuat kondisi kesehatannya menurun drastis, bahkan hingga keluar masuk rumah sakit. Kenapa ya serangan stroke kedua lebih berbahaya?

Fakta kaki aktor senior Dorman Borisman diamputasi karena diabetes hingga meninggal diungkap wartawan senior sekaligus kerabatnya, Eddie Karsito yang bercerita jika kondisi kesehatan rekannya menurunkan drastis karena komplikasi berbagai penyakit di tubuhnya, dan diperparah setelah serangan stroke kedua.

"Abang (Dorman) ini sudah lima tahun terakhir keluar masuk rumah sakit. Kan dua kali stroke. Yang stroke pertama aman, stroke kedua bikin kondisinya kurang membaik," ucap Eddie yang juga bintang film Maaf, Saya Menghamili Istri Anda.

Dorman Borisman [Instagram]
Dorman Borisman [Instagram]

Serangan stroke adalah kondisi saat pasokan darah ke otak terganggu akibat adanya penyumbatan atau pembuluh darah yang pecah. Hasilnya otak tidak bisa dapat oksigen dan nutrisi, sehingga sel di dalamnya mati.

Sedangkan melansir Hello Sehat, stroke kedua atau serangan stroke berulang adalah kondisi ketika seseorang mengalami stroke lebih dari satu kali. John Hopkins Medicine, menyebutkan orang yang pernah terkena stroke berisiko lebih tinggi untuk mengalami serangan stroke selanjutnya (serangan stroke kedua).

Dalam acara diskusi beberapa waktu lalu, Ketua Indonesian Stroke Society dr. Adin Nulkhasanah, SpS, MARS membenarkan jika stroke berulang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

"Jika kecacatan akibat serangan stroke yang pertama masih bisa jalan, maka kecacatan akibat serangan stroke kedua mungkin jalannya harus pakai tongkat," ujar dr. Adin.

Jadi wajib hukumnya, orang dengan riwayat serangan stroke menjaga kesehatan atau faktor risiko penyebab kekambuhan.

dr. Adin menambahkan gejala dan risiko kerusakan akibat insiden serangan stroke yang berulang, sangat jarang tingkat keparahannya lebih ringan dari serangan stroke sebelumnya.

baca juga

"Apa saja faktor risiko penyebab sumbatan, dan faktor risiko ini harus tetap dijaga saat kembali pulang, agar serangan stroke tidak kembali terjadi," pungkas dr. Adin.

ilustrasi stroke (freepik.com/kjpargeter)
ilustrasi stroke (freepik.com/kjpargeter)

Sementara itu mengutip situs resmi RSUD Tulungagung, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD dr. Iskak, dr. Wahyu Sita Wardani, Sp.KFR mengingatkan pentingnya rehabilitasi atau terapi pasca stroke sedini mungkin agar bisa pulih sepenuhnya dari setelah insiden stroke hingga bisa beraktivitas seperti sedia kala.

mungkin bisa menjadi kunci menuju kesembuhan. Proses (rehabilitasi) ini penting, sebab tujuan utama terapi yang diharapkan tentunya adalah agar si pasien bisa menjalani aktvitas seperti sedia kala.

Tapi sebelum membahas urgensi terapi pasca stroke, perlu dipahami dulu bahwa stroke bisa menyerang seorang penderita hipertensi hingga beberapa kali.

Apalagi kata dr. Iskak orang yang pernah terkena stroke, bisa mengalami stroke untuk kedua kali, ketiga kali, hingga kesekian kalinya. Bahkan kata diaerangan stroke kedua biasanya bisa lebih ganas. Ditemukan juga di berbagai kasus serangan stroke berikutnya menyebabkan pasien meninggal dunia.

”Serangan stroke kedua bisa membikin organ tubuh yang sebelumnya terganggu menjadi lebih parah,” kata dr. Iskak.

Bahkan ia juga mengingatkan kondisi emosional orang dengan riwayat stroke perlu dijaga, karena jika pasien sering marah-marah karena tidak bisa mengendalikan emosinya, maka dikhawatirkan bisa meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, mengontrol tekanan darah menjadi sangat penting. Jika pasien sering terkena tekanan darah tinggi, maka risiko terkena stroke bisa menjadi kali lipat hingga lebih.

”Hal itulah yang bisa memicu serangan stroke berikutnya,” ujarnya.

Dokter Sita menambahkan, pencegahan serangan stroke dengan mengontrol faktor risiko penyebab stroke yaitu bekerja sama dengan dokter spesialis saraf. Hal itu untuk mengetahui faktor risiko yang bisa diubah atau tidak bisa diubah.

”Bisa kontrol gula darah, tergantung dengan penyenyakit penyerta si pasien,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prosesi Pemakaman Aktor Dorman Borisman Diwarnai Insiden Salah TPU

Prosesi Pemakaman Aktor Dorman Borisman Diwarnai Insiden Salah TPU

Entertainment | Rabu, 08 Mei 2024 | 11:54 WIB

Sudah 5 Tahun Bolak-balik Rumah Sakit, Kerabat Ceritakan Riwayat Penyakit Dorman Borisman

Sudah 5 Tahun Bolak-balik Rumah Sakit, Kerabat Ceritakan Riwayat Penyakit Dorman Borisman

Entertainment | Rabu, 08 Mei 2024 | 10:09 WIB

Dialami Dorman Borisman Sebelum Meninggal, Ini Sebab Diabetes Bikin Kaki Diamputasi

Dialami Dorman Borisman Sebelum Meninggal, Ini Sebab Diabetes Bikin Kaki Diamputasi

Health | Rabu, 08 Mei 2024 | 09:55 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×