Perokok Anak Usia Pelajar Meningkat, Kemudahan Akses Rokok di Warung dan Pengaruh Lingkungan Jadi Biang Kerok?

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Jum'at, 07 Juni 2024 | 05:49 WIB
Perokok Anak Usia Pelajar Meningkat, Kemudahan Akses Rokok di Warung dan Pengaruh Lingkungan Jadi Biang Kerok?
Ilustrasi perokok anak usia pelajar. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Jumlah perokok usia anak sekolah hingga kini masih cenderung tinggi. Dilihat dari data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak 56,5 persen Sementara untuk anak di usia 10-14 tahun sebanyak 18,4 persen.

Tingginya angka perokok anak ini lantas menjadi perhatian. Dari pantauan Suara.com di lapangan, nyatanya saat ini sangat mudah menemukan anak berseragam sekolah di jalan atau di kafe, yang sebagian terlihat sedang merokok.

Bahkan ketika jam pulang sekolah, kita juga akan sering melihat anak sekolah merokok di jalan sambil naik motor bergerombol. Beberapa anak sekolah bahkan memiliki basecamp sendiri untuk berkumpul usai pulang sekolah untuk sekedar nongkrong sambil menghisap batangan rokok.

Sosok pelajar sekolah yang juga menjadi perokok sendiri yakni Rizky (17). Pelajar salah satu SMA di Jakarta Timur ini mengaku dirinya sudah merokok sejak di bangku SMP. Alasan Rizky memilih merokok ini juga karena pengaruh lingkungan pertemannya.

“Saya udah dari SMP, waktu itu ikut-ikut teman, cuma sampe sekarang masih,” ungkap Rizky kepada Suara.com, Kamis (6/6/2024).

Rizky mengaku, biasanya saat berkumpul, mereka akan membeli sebungkus rokok yang akan dibagi satu-satu. Namun, beberapa kali, dengan mudah Rizky membeli eceran di warung dekat sekolah atau basecamp tempat berkumpulnya.

“Biasanya sehari bisa abis tiga sampai empat batang, belinya ada di dekat parkir warung, batangan juga dikasih. Cuma lebih sering beli di tempat nongkrong ada warung juga,” katanya.

Aktivitas merokoknya ini rupanya juga sudah diketahui oleh keluarga. Awalnya, pihak keluarga sempat marah saat tahu. Namun, saat ini ia mengaku kalau keluarganya sudah biasa saja.

“Awalnya diam-diam, tapi ketahuan langsung dimarahin. Tapi gak lama, sih, abis itu udah biasa aja, soalnya abang sama bapak juga ngerokok,” ungkapnya.

baca juga

Bukan hanya pada anak SMA, aktivitas pelajar merokok ini juga sudah dilakukan oleh anak SMP. Berdasarkan pengakuan F (15), meski dirinya tidak merokok, biasanya teman-temannya akan mampir ke warung untuk membeli sebatang rokok sepulang sekolah.

“Kalau lihat teman-teman sih, ya setiap pulang ke warkop gitu, beli sebatang pada ngerokok, tapi saya cuma liat doang, tapi ada beberapa teman yang ngerokok gitu,” ujarnya.

Pengakuan Pemilik Warung Rokok

Para pelajar yang merokok ini juga tidak lepas dari kemudahan yang diberikan para pemilik warung rokok, terutama di kawasan sekolah. Berdasarkan keterangan Nur (48), salah satu pemilik warung rokok, ia biasanya memang menjual rokok begitu saja ketika ada yang membeli.

Ia juga tidak pernah melarang jika ada anak yang membeli rokok. Pasalnya, sebagai penjual, ia memang melayani pembelian apa saja kepada pelanggannya.

“Beberapa anak sekolah mah ada aja beli. bungkusan ada, batangan juga. Tapi kita mah kan penjual, ngelayanin aja, jadi enggak ngelarang,” ungkap Nur.

Hal serupa juga dilakukan Madih (51). Awalnya ia mengaku kaget karena para pembelinya itu anak SMP. Hanya saja, ia tidak pernah melarang anak itu membeli rokok di warungnya.

“Kalau dulu pas awal kagetnya kaya ‘oh ternyata bocah SMP udah pada nyebat’, cuma ya kita kasih aja, namanya anak-anak,” jelasnya.

Pengakuan lainnya dari U (39), meski warungnya cukup dekat dengan sekolah, ia juga tidak pernah melarang murid untuk membeli rokok. Bahkan, menurut U, para guru sekolah kemungkinan tahu beberapa muridnya membeli rokok di warungnya. Hanya saja, sejauh ini tidak ada teguran apapun sehingga menurutnya tidak masalah.

“Anak-anak beberapa beli batangan gitu, kalo kita gak masalah, kayaknya guru juga tau sih, cuma enggak ada teguran juga jadi kayak udah biasa aja,” ujarnya.

Pengakuan para penjual ini tentu saja sangat kontras dengan aturan yang ada pada RPP Kesehatan. Dalam RPP Kesehatan Pasal 424 E dijelaskan kalau dilarang adanya untuk penjualan rokok dengan radius 200 meter dari satuan pendidikan.

“Dalam radius 200 (dua ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak”.

Namun, berdasarkan fakta lapangannya, masih banyak para pelajar yang mudah mengakses pembelian rokok di warung sekitar sekolah. Bahkan, para pelajar yang merokok di depan publik juga seakan dianggap biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Tuntutan Industri Rokok di RPP Kesehatan, Ada 3 Point yang Tidak Lindungi Anak!

6 Tuntutan Industri Rokok di RPP Kesehatan, Ada 3 Point yang Tidak Lindungi Anak!

Health | Minggu, 02 Juni 2024 | 10:14 WIB

Industri Rokok Bikin Lebih dari 3 Juta Anak Indonesia Jadi Perokok, Pemerintah Dinilai Gagal

Industri Rokok Bikin Lebih dari 3 Juta Anak Indonesia Jadi Perokok, Pemerintah Dinilai Gagal

Health | Minggu, 02 Juni 2024 | 09:14 WIB

Perokok Elektrik Naik 10 Kali Lipat, Kemenkes: 200 Meter dari Sekolah Tak Boleh Ada Penjual Rokok!

Perokok Elektrik Naik 10 Kali Lipat, Kemenkes: 200 Meter dari Sekolah Tak Boleh Ada Penjual Rokok!

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 22:08 WIB

Terkini

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

×