BESS PLUS: Teknologi Terbaru Atasi Saraf Kejepit, Minim Sayatan, Cepat Pulih

Farah Nabilla, Dinda Rachmawati

Senin, 12 Agustus 2024 | 12:09 WIB
BESS PLUS: Teknologi Terbaru Atasi Saraf Kejepit, Minim Sayatan, Cepat Pulih

Suara.com - Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah yang tak kunjung hilang dapat membuat penderitanya tak dapat bergerak leluasa sehingga mengganggu aktivitas kerja dan menurunkan produktivitas. 

Nyeri punggung bawah merupakan nyeri yang terjadi di area punggung bawah yang sumbernya berasal dari tulang belakang bagian punggung bawah, otot, saraf dan struktur lainnya di area tersebut.

Salah satu penyebab LBP berkepanjangan biasanya terjadi karena degenerasi diskus intervertebralis terutama segmen lumbal. Diskus intervertebralis adalah bantalan yang ada di antara ruas tulang belakang. 

Ketika diskus intervertebralis mengalami kerusakan, hal ini bisa membuatnya membengkak, menonjol sampai menekan saraf di tulang belakang sehingga menimbulkan gejala yang salah satunya adalah nyeri. Kondisi ini dikenal dengan istilah saraf kejepit tulang belakang.

Sementara herniasi (penonjolan) bantalan tulang belakang memiliki beragam istilah medis, seperti herniated disc, slipped disc, bulging disc atau herniated nucleus pulposus (HNP). Penyebabnya pun cukup beragam, bisa karena beban berlebihan akibat aktivitas berat di luar kemampuan, cedera pada tulang belakang, usia, peradangan dan lainnya.

Spine Endoscopy Atasi HNP dengan Sayatan Kecil

Majunya teknologi tata laksana LBP kini memungkinkan dilakukan dengan tanpa operasi terbuka seperti dulu. Bahkan ini dapat dilakukan hanya dengan sayatan kecil sehingga proses pemulihan pasca-operasi lebih cepat dan membantu mencegah atau menurunkan risiko terjadinya morbiditas. 

Cara ini disebut endoskopi tulang belakang yang kini menjadi salah satu solusi untuk membebaskan saraf tulang belakang dari tekanan bantalan tulang belakang yang menonjol. Metode ini tentu membawa perubahan yang bermakna bagi penderita saraf kejepit dalam hal perbaikan gejala sehingga kualitas hidup juga membaik.

Inovasi dalam ranah endoskopi tulang belakang juga terus berkembang dengan kemunculan Biportal Endoscopic Spinal Surgery (BESS). Endoskopi BESS dianggap sebagai penyempurna dari metode endoskopi tulang belakang generasi sebelumnya yang menggunakan satu akses atau uniportal. 

baca juga

Memang metode dua portal ini sudah dapat dilakukan di banyak sarana layanan kesehatan yang berfokus pada tulang belakang.

"Tingginya keberhasilan endoskopi biportal yag pernah kami lakukan selama ini, kami yakin bisa menjadi yang terdepan karena sudah dapat melakukan teknik endoskopi biportal terbaru yakni BESS PLUS. Teknik BESS PLUS tak banyak yang bisa melakukannya," jelas Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS, Subspes N-TB.

Rd Jakarta kata dia telah menjadi pionir BESS PLUS karena sudah melakukannya sejak lama dengan hasil yang lebih baik. PLUS disini, kata dr. Wawan adalah singkatan dari Preservasi Ligamentum FlavUmS yang memiliki tambahan manfaat pada pasien.

Misalnya kemungkinan risiko terjadinya cedera pada struktur sekitar saraf dapat dicegah dengan teknik bedah minimal endoskopi biportal ini. Sayatan kecil, tingkat keberhasilan yang baik, durasi tindakan lebih singkat dan proses pemulihan juga lebih cepat. Sama dengan BESS sebelumnya.

Keberhasilan Endoskopi Biportal BESS PLUS

Endoskopi biportal mengandalkan kamera di portal pertama agar dokter dapat mengeksplorasi area tulang belakang, dan probe satu lagi masuk di portal kedua untuk mengakses bantalan tulang yang bermasalah. 

"Tentu teknik ini menguntungkan pasien karena hanya memerlukan sayatan yang kecil,” kata dr. Danu Rolian, Sp.BS.

Untuk metode endoskopi biportal BESS PLUS sudah rutin kami lakukan pada pasien dengan saraf kejepit berbagai derajat, dan perbaikan gejala setelahnya sangat baik, proses recovery cepat dan komplikasi pun sangat minim,” jelasnya lebih lanjut.

Keberhasilan ini dipresentasikan oleh dr. Danu Rolian, Sp.BS dkk dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-5 (Indonesian Neurospine Society/INSS) di tahun 2023 lalu. Studi bertajuk ‘One Year Clinical Outcome of Biportal Endoscopic Spine Surgery in Dealing with Lumbal Degenerative Spine Diseases’ ini dilakukan pada 145 pasien selama periode Agustus 2021-Juli 2022.

Derajat bantalan tulang belakang yang berhasil diatasi dengan BESS selama studi ini berlangsung adalah derajat 2 (prolaps), derajat 3 (ekstrusi) dan derajat 4 (sekuestrasi). Selain derajat, endoskopi biportal ini juga dapat mengatasi jepitan saraf tulang belakang lebih dari 1 segmen. Sebagian besar, jepitan saraf tulang belakang terjadi pada level L4-L5 sebanyak 47%.

Kemudian pasca-BESS dievaluasi selama 12 bulan dengan menilai NRS (Numeric Rating Scale), nilai VAS (Visual Analogue Scale) fungsi motorik dan otonom, serta keberhasilan atau komplikasi yang kemungkinan terjadi setelahnya.

Secara keseluruhan, tindakan endoskopi tulang belakang biportal berhasil mengatasi jepitan di 1 level (11%), 2 level (44%), dan 3 level (45%). VAS pada kaki dan tulang belakang secara signifikan menurun, dari rerata 7 menjadi 1 setelahnya.

BESS PLUS menjadi bentuk penanganan kasus dalam studi ini yang bertujuan untuk membantu menghilangkan nyeri dengan prinsip dekompresi atau membebaskan jepitan.

Berbeda dengan teknik endoskopi uniportal, peralatan endoskopi biportal akan "mengambang" sehingga membuat sudut kerja yang lebih luas untuk mengatasi tonjolan bantalan tulang belakang. 

"Kondisi ini akan memperluas visual dokter di area epidural tulang belakang jadi dengan mudah mengakses beberapa arah sekaligus, sehingga lapisan lemak, pembuluh darah, ruang duramater di area tulang belakang tetap terjaga dengan baik,” jelas dr. Danu lebih lanjut.

Utamanya, BESS PLUS dilakukan dengan menjaga keutuhan ligamentum flavum semaksimal mungkin agar dapat memperkecil risiko robeknya lapisan duramater dan mencegah risiko kebocoran cairan setelah tindakan. 

Jadi dapat dikatakan BESS PLUS ini merupakan perbaikan teknik dari BESS yang sudah ada dengan menjaga ligamentum flavum, karena ligamentum flavum bertugas menstabilkan susunan tulang belakang sehingga tingkat kestabilan tulang belakang pasca-BESS bisa tetap terjaga.

BESS PLUS ini juga dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi masalah lain pada tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri, seperti stenosis spinalis (menyempitnya rongga tulang belakang), menebalnya sendi faset (facet joint), penebalan jaringan (hipertrofi) yang menjepit saraf, bone spur (taji tulang atau osteofit).

Layanan yang dimiliki RS Jakarta kini semakin lengkap dengan hadirnya para tim dokter spesialis bedah saraf Sigma Brain and Spine Center, seperti penanganan stroke, trigeminal neuralgia dengan PBC dan PRFR, kyphoplasty untuk mengatasi keropos tulang belakang, dan Stereotactic Brain Lesioning untuk penyakit Parkinson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hobi Motoran? Dokter Ortopedi Ingatkan Sakit Pinggang dan Saraf Kejepit karena Sering Touring

Hobi Motoran? Dokter Ortopedi Ingatkan Sakit Pinggang dan Saraf Kejepit karena Sering Touring

Lifestyle | Selasa, 30 Juli 2024 | 17:22 WIB

Ciri-ciri Saraf Kejepit, Kenali Gejala Berikut dan Cara Mengobatinya

Ciri-ciri Saraf Kejepit, Kenali Gejala Berikut dan Cara Mengobatinya

Lifestyle | Minggu, 14 Juli 2024 | 13:35 WIB

ERCP: Solusi Minim Rasa Sakit Atasi Batu Empedu! Kenali Prosedur dan Keunggulannya

ERCP: Solusi Minim Rasa Sakit Atasi Batu Empedu! Kenali Prosedur dan Keunggulannya

Health | Rabu, 05 Juni 2024 | 19:49 WIB

Terkini

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:24 WIB

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:22 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:15 WIB

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

Motor Raib Saat Apel ke Rumah Pacar di Jelambar, Pelaku Ternyata Warga Sekitar

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:09 WIB

×