Glaukoma dan Gejala Penglihatan Kabur: Mari Pahami Faktor-faktor Penyebab Sampai Cara Penanganannya

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 10 Februari 2025 | 17:20 WIB
Glaukoma dan Gejala Penglihatan Kabur: Mari Pahami Faktor-faktor Penyebab Sampai Cara Penanganannya
Ilustrasi mata kabur (Freepik/cookie_studio)

Suara.com - Sederet penyakit yang menyerang mata bisa saja terjadi tanpa gejala, dan menyerang secara bertahap. Antara lain glaukoma yang berpotensi mengarah kepada kebutaan. Selain itu, ada pula kondisi mata sakit yang memunculkan tanda, seperti penglihatan kabur. Kondisi ini seringkali menandakan adanya masalah pada kesehatan mata dan bisa terjadi pada siapa saja.

Meskipun kondisi ini membuat objek tampak tidak jelas atau buram, sebagian besar kasus penglihatan kabur masih dapat diatasi. Mari menelaah bersama berbagai penyebab umum penglihatan kabur, termasuk glaukoma, serta berbagai solusi yang dapat membantu mengatasinya.

Penyebab Umum Penglihatan Kabur:

1. Kelainan Refraksi
Kelainan refraksi terjadi ketika bentuk mata tidak memungkinkan cahaya untuk fokus dengan tepat pada retina, yang menyebabkan penglihatan kabur. Jenis kelainan refraksi yang umum meliputi:

  • Miopia (Rabun Jauh): Bola mata terlalu panjang atau lensa mata terlalu kuat, yang menyebabkan objek jauh tampak kabur, sementara objek dekat tetap jelas.
  • Hipermetropia (Rabun Dekat): Kebalikan dari miopia, di mana bola mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu lemah, membuat objek dekat tampak kabur, sementara objek jauh tetap jelas.
  • Astigmatisma: Kelengkungan kornea yang tidak teratur menyebabkan cahaya terfokus di beberapa titik, bukan satu titik, yang mengakibatkan penglihatan terdistorsi atau kabur.

2. Presbiopia
Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi kurang elastis, yang membuat mata sulit untuk fokus pada objek dekat. Kondisi ini, yang umum terjadi seiring bertambahnya usia, menyebabkan kesulitan dalam membaca tulisan kecil dan ketegangan mata. Gejala umumnya termasuk mudah lelah saat membaca dan kesulitan fokus pada objek dekat.

3. Katarak
Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh, menghalangi cahaya mencapai retina. Seiring waktu, katarak dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap dengan gejala seperti penglihatan kabur, silau, dan lingkaran di sekitar cahaya.

4. Glaukoma
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kerusakan ini biasanya terjadi secara bertahap dan tidak terasa sakit, sehingga deteksi dini sangat penting. Tanpa perawatan, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

5. Diabetes
Diabetes dapat menyebabkan retinopati diabetik, di mana pembuluh darah kecil di retina rusak. Kerusakan ini dapat menyebabkan kebocoran, pembengkakan, dan pertumbuhan pembuluh darah abnormal yang mengganggu penglihatan dan berpotensi menyebabkan kebutaan.

6. Kelelahan Mata
Mata lelah dapat terjadi akibat terlalu lama menatap layar komputer, membaca, atau melakukan tugas yang membutuhkan fokus intensif. Gejalanya termasuk mata kering, gatal, dan penglihatan kabur, yang umumnya akan membaik setelah mata beristirahat.

baca juga

7. Infeksi Mata
Infeksi mata, seperti konjungtivitis, blefaritis, atau keratitis, dapat menyebabkan mata merah, berair, gatal, dan penglihatan kabur. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Cara Mengatasi Penglihatan Kabur:

Perawatan untuk penglihatan kabur tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berdasarkan sederet sumber, antara lain piai.or.id, berikut ini adalah beberapa solusi umum:

1.Kacamata atau Lensa Kontak
Kacamata dan lensa kontak sering menjadi pilihan pertama untuk mengatasi kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Alat bantu optik ini membantu memfokuskan cahaya dengan tepat pada retina, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas. Kacamata atau lensa kontak juga tersedia untuk presbiopia, sehingga penderita tidak perlu lagi membawa kacamata baca.

2.Operasi Mata
Dalam beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki masalah penglihatan. Beberapa jenis operasi mata yang umum dilakukan antara lain:

  • Operasi Katarak: Menghilangkan lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan yang jernih.
  • Operasi LASIK: Operasi LASIK digunakan untuk mengoreksi kelainan refraksi seperti miopia, hipermetropia, dan astigmatisma dengan membentuk kembali kornea menggunakan laser.
  • Operasi Glaukoma: Bertujuan untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata dan mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut.

3.Pengobatan Medis
Jika penglihatan kabur disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis lainnya, dokter akan meresepkan obat-obatan yang sesuai. Pengobatan bisa berupa obat tetes mata antibiotik, antiinflamasi, atau obat oral. Selain itu, dokter mungkin juga merekomendasikan perubahan gaya hidup atau pola makan untuk mengontrol kondisi yang mendasarinya, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

4.Istirahatkan Mata
Untuk mengurangi kelelahan mata, penting untuk memberi waktu istirahat bagi mata. Beberapa tips untuk mengurangi ketegangan mata antara lain:

  • Aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik.
  • Gunakan kompres hangat atau dingin untuk meredakan peradangan dan membantu menenangkan mata yang lelah.
  • Pijatan ringan di sekitar mata dapat membantu merelaksasi otot mata dan mengurangi ketegangan.

5.Diet Sehat
Diet yang kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral dapat membantu menjaga kesehatan mata. Beberapa nutrisi yang baik untuk mata antara lain:

  • Vitamin A: Terdapat dalam wortel, bayam, dan ubi jalar.
  • Vitamin C: Terdapat dalam jeruk, stroberi, dan paprika.
  • Vitamin E: Ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak sayur.

Kesimpulan:

Berbagai faktor dapat menyebabkan penglihatan kabur, mulai dari kelainan refraksi umum seperti miopia dan hipermetropia, hingga kondisi yang lebih serius seperti katarak dan glaukoma.

Selain itu, kelelahan mata, infeksi, dan kondisi medis seperti diabetes juga dapat menjadi pemicu. Penanganan untuk penglihatan kabur sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya, dan pilihan perawatannya bisa meliputi kacamata, lensa kontak, prosedur operasi, pengobatan medis, serta istirahat mata yang cukup dan diet sehat.

Jika penglihatan kabur berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter mata untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Saja Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2025? Ini Daftar Lengkapnya!

Apa Saja Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2025? Ini Daftar Lengkapnya!

News | Minggu, 23 Februari 2025 | 07:05 WIB

Mitos atau Fakta: Kompres Air Dingin Atasi Mata Kering?

Mitos atau Fakta: Kompres Air Dingin Atasi Mata Kering?

Health | Sabtu, 22 Februari 2025 | 16:39 WIB

Hipertensi Ancam Kesehatan Remaja, Ini Biang Keroknya!

Hipertensi Ancam Kesehatan Remaja, Ini Biang Keroknya!

Lifestyle | Sabtu, 22 Februari 2025 | 00:15 WIB

Benarkah Senyawa Brokoli Hambat Pertumbuhan Uban? Ini Faktanya

Benarkah Senyawa Brokoli Hambat Pertumbuhan Uban? Ini Faktanya

Lifestyle | Jum'at, 21 Februari 2025 | 17:25 WIB

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Health | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:53 WIB

Kenali Tanda-tanda Kamu Mulai Stres Akibat Tekanan Keluarga dan Cara Mengatasinya

Kenali Tanda-tanda Kamu Mulai Stres Akibat Tekanan Keluarga dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 19 Februari 2025 | 15:19 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×