Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 20 Februari 2025 | 13:53 WIB
Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Kanker masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Penyakit ini merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia setelah penyakit jantung. Deteksi dini menjadi faktor kunci dalam meningkatkan peluang keberhasilan terapi kanker, namun akses terhadap teknologi canggih masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam upaya menghadirkan solusi inovatif, fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka dibangun untuk mendukung deteksi dini serta pengobatan kanker yang lebih efektif. Teknologi berbasis nuklir ini memungkinkan para tenaga medis untuk mendiagnosis dan menangani kanker dengan lebih akurat serta efisien.

“Teknologi nuklir adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknik yang berkaitan dengan penggunaan energi atau bahan dari reaksi nuklir. Salah satu penerapannya di bidang kesehatan adalah penggunaan radiofarmaka untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan mengobati penyakit, terutama kanker,” ujar Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler Indonesia (PKN-TMI), dr. Yustia Tuti, SpKNTM, Subsp.(K)Onk, FANMB melalui siaran pers PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) yang diterima Suara.com, Rabu (19/2/2025).

Lebih lanjut dr. Yustia menjelaskan, radiofarmaka merupakan senyawa kimia dengan inti atom radioaktif yang dimanfaatkan dalam prosedur diagnosis dan terapi kanker. Penggunaannya mencakup berbagai teknologi canggih seperti Positron Emission Tomography (PET Scan) dan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT), yang berperan penting dalam memberikan gambaran akurat tentang keberadaan dan penyebaran kanker dalam tubuh.

Salah satu radiofarmaka yang paling umum digunakan dalam PET Scan adalah F18-Fluorodeoxyglucose (FDG). Senyawa ini merupakan analog glukosa yang mengandung isotop radioaktif Fluor-18. Sel kanker yang memiliki tingkat metabolisme lebih tinggi akan menyerap FDG dalam jumlah lebih besar dibandingkan sel normal, memungkinkan PET Scan untuk mendeteksi lokasi dan tingkat penyebaran kanker secara lebih presisi.

“Penyerapan F18-FDG yang lebih tinggi pada sel kanker memungkinkan PET Scan memberikan gambaran yang sangat akurat tentang lokasi dan tingkat penyebaran kanker. Prosedur ini aman karena dilakukan dengan dosis radiasi terukur dan mengikuti prinsip-prinsip keselamatan pasien,” tambah dr. Yustia.

Dalam penerapannya, PET Scan mengikuti tiga prinsip dasar keselamatan radiasi. Pertama, justifikasi, yaitu memastikan bahwa manfaat prosedur lebih besar dibandingkan risikonya. Kedua, optimisasi, yang berarti penggunaan dosis radiasi harus terukur tanpa mengurangi kualitas diagnostik. Ketiga, pemantauan ketat terhadap dosis radiasi yang diterima pasien untuk memastikan keamanan dalam jangka panjang.

Meski kedokteran nuklir telah berkembang pesat di berbagai belahan dunia, penerapannya di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara maju di Asia. Namun, pembangunan fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka, khususnya F18-FDG, diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan terjangkau. Dengan perkembangan ini, harapan baru dalam deteksi dini dan pengobatan kanker semakin terbuka bagi masyarakat Indonesia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks

Lindungi Masa Depan Perempuan: AdMedika Gelar Seminar Eliminasi Kanker Serviks

Bisnis | Senin, 17 Februari 2025 | 15:00 WIB

Peringati Hari Kanker Sedunia, Brantas Abipraya Perkuat Kesadaran dengan Webinar Deteksi Dini

Peringati Hari Kanker Sedunia, Brantas Abipraya Perkuat Kesadaran dengan Webinar Deteksi Dini

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2025 | 16:38 WIB

Rahasia Optimasi BPJS untuk Pengobatan Kanker Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Rahasia Optimasi BPJS untuk Pengobatan Kanker Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Health | Senin, 17 Februari 2025 | 17:20 WIB

Terkini

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Daftar Zodiak yang Tidak Cocok Berpacaran karena Sering Bentrok, Hubungannya Rawan Konflik

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

Tunggu Bola Panas Ijazah Gibran di DPR, Berakhir ke Pemakzulan?

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

Lestarikan Budaya Jawa, Warkaban Hadirkan Wayang Kulit Lahire Wisanggeni di TMII

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Mengenang Nasi Pecel Rp2 Ribuan, Kenapa Kuliner Ini Nggak Pernah Ada Matinya?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Asap Kebakaran TPA Makbon Ganggu Warga hingga Penerbangan

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

×