Waspada! 5 Jenis Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Yuk Deteksi Dini Sekarang

M. Reza Sulaiman

Selasa, 11 Februari 2025 | 17:06 WIB
Waspada! 5 Jenis Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Yuk Deteksi Dini Sekarang
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker serta mendorong aksi global dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan penyakit ini.

Tahun 2025 menandai peringatan ke-25 sejak Hari Kanker Sedunia pertama kali dicanangkan oleh Union for International Cancer Control (UICC). Dengan tema "United By Unique," peringatan tahun ini menekankan pentingnya menghargai keberagaman dalam memerangi kanker.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Deteksi dini merupakan kunci dalam menangani kanker payudara. Dr. Welda Eleanor Haryanto dari RS Siloam Bekasi Timur menjelaskan pentingnya Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai langkah awal yang dapat dilakukan sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat dilakukan di rumah. SADARI sebaiknya dilakukan setiap bulan setelah selesai menstruasi, misalnya saat akan mandi.

"Cara pendeteksian sejak dini yang dapat dilakukan yaitu dengan SADARI. Wanita berusia 35 tahun ke atas juga disarankan untuk melakukan mamografi setiap tahun. SADARI dapat dimulai dari usia 20 tahun, dan ini sangat penting dilakukan secara rutin," ungkap Dr. Welda Eleanor Haryanto.

Wanita berusia 35 tahun ke atas juga disarankan untuk rutin melakukan mamografi setiap tahun, terutama jika memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kondisi medis tertentu. Mamografi merupakan metode skrining yang efektif untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum gejala muncul.

Kanker di Indonesia: Statistik dan Fakta

Kanker menjadi salah satu penyakit tidak menular yang merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2020 terdapat 396.914 kasus kanker baru di Indonesia. Lima jenis kanker yang paling umum terjadi adalah:

Kanker payudara (16,6%): Kanker ini menjadi jenis kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia dan penyumbang utama kematian akibat kanker. Banyak kasus kanker payudara ditemukan pada stadium lanjut, sehingga pengobatan menjadi lebih kompleks.

baca juga

Kanker serviks (9,2%): Kanker ini sering kali disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Deteksi dini melalui pap smear dapat membantu menurunkan angka kejadian kanker serviks.

Kanker paru-paru (8,8%): Merokok menjadi faktor risiko utama untuk kanker paru-paru. Selain itu, paparan polusi udara dan bahan kimia tertentu juga turut meningkatkan risiko.

Kanker kolorektal (8,6%): Kanker ini umumnya terkait dengan pola makan rendah serat, obesitas, dan riwayat keluarga. Deteksi dini melalui kolonoskopi dapat sangat membantu mencegah perkembangan kanker ini.

Kanker hati (5,4%): Infeksi virus hepatitis B dan C menjadi penyebab utama kanker hati di Indonesia. Vaksinasi dan pengobatan hepatitis dapat mengurangi risiko kanker hati secara signifikan.

Peningkatan jumlah kasus kanker di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan gaya hidup, kurangnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini, serta akses terbatas ke layanan kesehatan berkualitas. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih intensif dalam meningkatkan edukasi dan fasilitas kesehatan masyarakat.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara meliputi:

  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara: Jika ada anggota keluarga dekat, seperti ibu atau saudara perempuan, yang memiliki riwayat kanker payudara, risiko meningkat secara signifikan.
  • Usia di atas 50 tahun: Risiko kanker payudara cenderung meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Kebiasaan merokok: Merokok tidak hanya memengaruhi kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
  • Gangguan hormon tertentu: Ketidakseimbangan hormon akibat penggunaan terapi hormon jangka panjang atau kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko.

Selain faktor-faktor di atas, pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi, dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker payudara. Edukasi yang berkesinambungan mengenai pentingnya deteksi dini juga harus terus digencarkan untuk mendorong kesadaran masyarakat.

Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), Holywings Peduli menyelenggarakan talkshow kesehatan pada Minggu, 9 Februari 2025. Bertempat di Gold Dragon Bekasi, acara ini menghadirkan Dr. Welda Eleanor Haryanto yang memberikan edukasi tentang faktor risiko kanker payudara, cara melakukan SADARI, serta tanda-tanda kanker payudara yang perlu diwaspadai.

Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, menegaskan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker dan menekan angka kematian. “Kami berharap melalui seminar ini, masyarakat mendapatkan wawasan baru terkait pencegahan kanker payudara. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Andrew.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkatkan Akses Kemoterapi yang Nyaman dan Efisien, IHC RS Pusat Pertamina Luncurkan Layanan One Day Care Chemotherapy

Tingkatkan Akses Kemoterapi yang Nyaman dan Efisien, IHC RS Pusat Pertamina Luncurkan Layanan One Day Care Chemotherapy

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 12:44 WIB

Cara Donasi Rambut Seperti Erina Gudono, Istri Kaesang Rela Ubah Hairstyle demi Pejuang Kanker

Cara Donasi Rambut Seperti Erina Gudono, Istri Kaesang Rela Ubah Hairstyle demi Pejuang Kanker

Lifestyle | Senin, 10 Februari 2025 | 19:20 WIB

Menunggu 2 Tahun hingga Rambutnya Panjang, Erina Gudono Donasikan Rambut untuk Pejuang Kanker

Menunggu 2 Tahun hingga Rambutnya Panjang, Erina Gudono Donasikan Rambut untuk Pejuang Kanker

Lifestyle | Senin, 10 Februari 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB