Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa

Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 29 November 2025 | 13:33 WIB
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
Obesitas
  • Angka obesitas Indonesia meningkat dan menjadi darurat kesehatan; dr. Ingrid menegaskan obesitas berdampak pada organ vital dan bukan sekadar soal ukuran tubuh.
  • Diet cepat dianggap tidak efektif karena hanya menurunkan cairan dan otot; penurunan berat badan sehat harus bertahap dan konsisten.
  • Bethsaida Hospital membuka Klinik Gizi untuk membantu masyarakat mengatasi obesitas dan masalah gizi dengan pendampingan dokter spesialis.

Suara.com - Indonesia kini memasuki fase darurat pola hidup tidak sehat. Di tengah rutinitas harian yang serba cepat, mulai dari pekerjaan, perjalanan, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan praktis banyak orang tidak menyadari bahwa gaya hidup ini perlahan membawa Indonesia menuju peningkatan kasus obesitas yang mengkhawatirkan. 

Obesitas bukan lagi sekadar persoalan estetika atau “berat badan naik”, tetapi telah berkembang menjadi masalah kesehatan serius yang menuntut perhatian khusus.

dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK, AIFO-K, dokter spesialis gizi klinik, menegaskan bahwa obesitas adalah kondisi medis yang lebih rumit daripada sekadar ukuran tubuh. 

“Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih yang mengganggu fungsi tubuh. Banyak orang berpikir obesitas cuma soal ukuran tubuh, padahal obesitas bisa mempengaruhi jantung, pernapasan, kadar gula darah, bahkan kualitas tidur. Jadi ini bukan hal sepele,” jelasnya. 

Pernyataan ini menggambarkan bahwa dampak obesitas sangat luas, mulai dari fungsi metabolik hingga risiko penyakit kronis.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 memperkuat kekhawatiran tersebut. Dalam lima tahun terakhir, prevalensi obesitas dewasa meningkat dari 21,8% menjadi 23,4%. 

Lebih mengkhawatirkan lagi, obesitas perut, indikator lemak viseral yang paling berbahaya melonjak dari 31% menjadi 36,8%. 

Lemak perut inilah yang sering menjadi pemicu berbagai penyakit serius seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, gangguan pernapasan seperti sleep apnea, hingga beberapa jenis kanker. 

Lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada perempuan bahkan sudah menjadi alarm bahwa risiko kesehatan seseorang meningkat drastis.

Sayangnya, tren gaya hidup masyarakat Indonesia banyak berkontribusi terhadap masalah ini. Konsumsi minuman manis, pola makan tinggi kalori, kurang aktivitas fisik, dan kecenderungan memilih solusi instan, termasuk diet cepat membuat kondisi semakin memburuk.

dr. Ingrid menyoroti bahwa banyak orang salah kaprah memilih diet ekstrem yang menjanjikan hasil dalam waktu singkat. 

“Diet yang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu singkat biasanya hanya mengurangi cairan dan massa otot, bukan lemak. Tubuh juga akan menganggap keadaan ini sebagai ‘krisis energi’ sehingga metabolisme melambat,” ujarnya. 

Dampaknya, tubuh menjadi lebih mudah lelah, hormon terganggu, dan berat badan justru cepat naik kembali setelah diet dihentikan, fenomena yang dikenal sebagai efek yo-yo.

Menurutnya, penurunan berat badan yang sehat bukanlah perubahan drastis, tetapi perubahan perlahan yang bisa bertahan jangka panjang. 

“Penurunan yang sehat itu stabil dan berkelanjutan, bukan cepat tapi berisiko,” katanya. 

Pola makan seimbang, pengaturan porsi, peningkatan konsumsi serat, membatasi gula dan garam, serta menjaga ritme makan menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki gaya hidup. 

Aktivitas fisik pun tak kalah penting, dengan rekomendasi minimal 150 menit olahraga per minggu ditambah latihan kekuatan otot 2–3 kali dalam tujuh hari. 

“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama,” tambahnya.

Kondisi darurat pola hidup tak sehat ini mendorong berbagai institusi kesehatan untuk mengambil langkah nyata, salah satunya Bethsaida Hospital Gading Serpong. 

Rumah sakit ini menghadirkan Klinik Gizi yang berfokus menangani berbagai masalah gizi, termasuk obesitas, gizi kurang, kolesterol, diabetes, dan penyakit metabolik lainnya. 

dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menegaskan komitmen tersebut. Pihaknya percaya bahwa pengaturan gizi yang tepat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. 

"Karena itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan yang ditangani oleh dokter spesialis gizi klinik agar pasien mendapatkan solusi yang aman, terarah, dan berbasis kebutuhan medis masing-masing,” tutupnya.

Indonesia membutuhkan perubahan budaya hidup mulai hari ini. Kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan, lebih aktif bergerak, dan tidak tergiur solusi instan harus terus dibangun. 

Sebab, jika tidak ditangani dengan serius, darurat pola hidup tak sehat ini dapat menjadi ancaman besar bagi kesehatan bangsa dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerat Impor Tembakau: Saat Petani Lokal Merugi dan Rokok Murah Mengancam Remaja

Jerat Impor Tembakau: Saat Petani Lokal Merugi dan Rokok Murah Mengancam Remaja

News | Jum'at, 28 November 2025 | 15:56 WIB

Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!

Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!

Health | Kamis, 27 November 2025 | 13:32 WIB

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 19:18 WIB

Terkini

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB