Obat Autoimun Berbasis Plasma Tersedia di Indonesia, Hasil Kerjasama dengan Korsel

M Nurhadi

Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:35 WIB
Obat Autoimun Berbasis Plasma Tersedia di Indonesia, Hasil Kerjasama dengan Korsel
SK GAMMABIO dan SK Albumin [Suara.com/INA]
baca 10 detik
  • SKCI meluncurkan SK GammaBio dan SK Albumin, menegaskan kemandirian produksi obat turunan plasma nasional.
  • Produk ini dibuat dari plasma donor Indonesia yang diproses di Korea dan akan dipasarkan akhir 2025.
  • Fasilitas fraksionasi di Karawang ditargetkan selesai akhir 2025 untuk produksi domestik dan transfer teknologi.

Suara.com - SKPlasma Core Indonesia (SKCI), perusahaan patungan antara SK Plasma (bagian dari SK Group Korea) dan Indonesia Investment Authority (INA), secara resmi meluncurkan dua produk—SK GammaBio dan SK Albumin—dalam rangka perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN).

Peluncuran ini menegaskan langkah penting dalam upaya nasional menuju kemandirian produksi obat berbasis plasma dan penguatan ketahanan pasokan obat esensial.

SK GammaBio adalah intravena Immunoglobulin G (IVIG) berbasis plasma manusia, digunakan untuk pengobatan penyakit imunodefisiensi, penyakit autoimun, serta penanganan infeksi.

Sementara itu, SK Albumin merupakan protein plasma esensial yang esensial untuk kondisi kekurangan albumin, penurunan sintesis albumin (seperti sirosis hati), dan penanganan syok hemoragik.

INA, sebagai Lembaga Pengelola Investasi Indonesia, memiliki mandat untuk meningkatkan investasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan membangun kekayaan negara.

Keterlibatan INA dalam SKCI mencerminkan fokus Lembaga ini untuk berkolaborasi dengan institusi investasi global di sektor-sektor yang memperkuat keunggulan nasional dan memberikan imbal balik yang optimal.

Kolaborasi ini dimulai secara konkret pada 21 Maret 2025, ketika plasma yang dikumpulkan dari pendonor Indonesia oleh Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) dan RS Umum Dr. Sardjito berhasil dikirimkan ke fasilitas SK Plasma di Korea untuk diproses menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP).

Pengiriman ini menandai pertama kalinya terapi berbasis plasma di Indonesia diproduksi sepenuhnya dari plasma donor lokal.

Setelah melalui proses fraksionasi dan penjaminan mutu berstandar internasional di Korea, plasma tersebut diolah menjadi SK Albumin dan SK GammaBio, yang dijadwalkan tiba kembali dan dipasarkan di Indonesia pada akhir Desember 2025.

baca juga

Langkah ini strategis mengingat kebutuhan Indonesia terhadap terapi berbasis plasma terus meningkat, terutama untuk penanganan imunodefisiensi, penyakit hati, luka bakar berat, dan perawatan intensif.

Kehadiran produk dari sumber domestik ini diharapkan dapat memberikan manfaat strategis berupa ketersediaan terapi yang lebih aman, berkelanjutan, akses yang lebih luas terhadap produk berstandar global, dan harga yang lebih terjangkau dibanding terapi impor yang selama ini diandalkan.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, SKCI saat ini sedang membangun fasilitas fraksionasi plasma berteknologi tinggi di Karawang, Jawa Barat.

Progres konstruksi dilaporkan telah mencapai lebih dari 98% dan diperkirakan selesai pada akhir 2025, dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026.

Fasilitas Karawang akan menjadi lompatan besar bagi Indonesia, yang selama ini 100% bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan PODP.

Setelah beroperasi, fasilitas ini akan memproduksi terapi berbasis plasma di dalam negeri menggunakan plasma donor Indonesia, membuka jalan menuju kemandirian nasional dan bahkan potensi ekspor di masa mendatang.

Selain memperkuat ketahanan kesehatan, proyek ini juga membawa manfaat ekonomi berupa transfer teknologi, penciptaan ribuan lapangan kerja baru, serta pengembangan talenta tenaga kesehatan terampil Indonesia melalui pelatihan di Korea, yang meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor biomedis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kevin Diks Ceritakan Kebanggaan Sang Kakek Saat Dirinya Pilih Bela Timnas Indonesia

Kevin Diks Ceritakan Kebanggaan Sang Kakek Saat Dirinya Pilih Bela Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:26 WIB

Belajar Usai Kalah Lawan Filipina, Indra Sjafri Ngeri dengan Myanmar

Belajar Usai Kalah Lawan Filipina, Indra Sjafri Ngeri dengan Myanmar

Bola | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:19 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Myanmar di SEA Games 2025, Jumat 12 Desember Malam Ini

Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Myanmar di SEA Games 2025, Jumat 12 Desember Malam Ini

Bola | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×