Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:05 WIB
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
Ilustrasi pemeriksaan pertumbuhan pada anak. (Pexels/Los Muertos Crew)
  • Orang tua sering khawatir ketika berat badan anak tidak naik sesuai usia.
  • Berat badan yang sulit bertambah bisa menjadi tanda gangguan pertumbuhan pada anak.
  • Menurut dr. Ian Suryadi, status gizi anak memengaruhi kesehatan hingga dewasa.

Suara.com - Para orang tua kerap resah ketika berat badan anak naik lebih lambat dari seharusnya. Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda gangguan pertumbuhan anak yang salah satunya dapat terlihat dari berat badan.

Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi mengatakan status gizi anak dapat memengaruhi kondisi kesehatan hingga ia dewasa. Karena itu, berat badan anak yang sulit naik bisa menjadi tanda adanya gangguan pertumbuhan.

"Status gizi anak bisa saja bermasalah sehingga berisiko memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa kelak," ujar dr. Ian dalam gerakan Generasi Bebas Stunting (GMBS) oleh Sarihusada di Jakarta, Jumat (10/3/2026).

"Oleh karena itu, gejala berat badan kurang atau berat badan anak sulit naik (BB seret) pada anak perlu diwaspadai karena hal ini dapat menandakan gangguan pertumbuhan," lanjutnya.

Ia mengingatkan orang tua untuk rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke dokter, minimal setiap bulan pada satu tahun pertama kelahiran.

Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi dalam gerakan Generasi Bebas Stunting (GMBS) oleh Sarihusada di Jakarta, Jumat (10/3/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi dalam gerakan Generasi Bebas Stunting (GMBS) oleh Sarihusada di Jakarta, Jumat (10/3/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Saya selalu kasih tahu orang tua setiap bulan harus kontrol terus setiap tahunnya. Jadi tetap periksa ke dokter anak itu setidaknya sampai satu tahun awal. Tumbuh kembang anak dicek semua," papar dr. Ian.

Dalam pemeriksaan tersebut, orang tua juga perlu memantau kurva pertumbuhan anak yang dicatat setiap bulan lalu dikonsultasikan kepada dokter.

Kurva pertumbuhan seharusnya menunjukkan kenaikan. Jika kurva cenderung melandai, kondisi ini perlu segera diintervensi.

Berat badan dan tinggi badan merupakan dua parameter penting dalam penilaian status gizi anak.

Kedua parameter ini menjadi patokan untuk mengetahui apakah kebutuhan asupan gizi harian anak sudah tercukupi dan apakah nutrisi tersebut digunakan tubuh secara optimal untuk mendukung tumbuh kembangnya.

"Orang tua dianjurkan menimbang berat badan anak minimal sebulan sekali pada anak usia di bawah 1 tahun dan minimal 3 bulan sekali sampai anak usia 2 tahun oleh petugas kesehatan," jelasnya.

Meski tidak sesering tahun pertama kelahiran, dr. Ian mengingatkan anak di bawah usia 5 tahun tetap perlu dipantau pertumbuhannya minimal sebulan sekali oleh petugas kesehatan di Puskesmas, Posyandu atau rumah sakit.

Jika anak sudah terlanjur berada pada kondisi berat badan rendah atau sulit naik, kata dr. Ian, umumnya dokter akan merekomendasikan susu tinggi kalori (sutingkal) untuk membantu mengejar kenaikan berat badan.

Namun susu ini tidak bisa diberikan sembarangan. Selain harus melalui resep dokter, pemberiannya juga harus sesuai dosis serta cara pembuatannya harus tepat.

"Ternyata banyak yang beli sutingkal itu cara pengadukan beda dan takarannya beda. Waktu datang ke dokter dia sudah minum sutingkalnya dibeli online, ternyata cara pengadukan dan pembuatannya salah, dan itu berpengaruh. Jadi harus konsultasikan dulu ke dokter," pungkas dr. Ian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa

Bukan Sekadar Hiburan, Ada Pelajaran Parenting di Balik Film Na Willa

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 08:38 WIB

Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar

Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan Lengkap dengan Tata Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 21:43 WIB

Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur

Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:46 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB