- WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global setelah menewaskan hampir 90 orang.
- Virus Ebola merupakan penyakit zoonosis mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita maupun hewan.
- Pencegahan utama dilakukan dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan penderita, serta menjauhi konsumsi daging hewan liar.
- Demam Tinggi: Suhu tubuh meningkat drastis secara mendadak.
- Lemas Luar Biasa: Penderita akan merasa sangat lemah dan tidak bertenaga (fatigue).
- Nyeri Otot dan Sendi: Rasa sakit yang tajam pada area otot dan persendian.
- Sakit Kepala Hebat: Sering disertai dengan rasa pening yang tak tertahankan.
- Sakit Tenggorokan: Rasa nyeri saat menelan yang mirip dengan gejala radang.
Setelah gejala awal tersebut, penyakit ini akan berkembang ke tahap yang lebih parah, yang ditandai dengan:
- Muntah-muntah dan diare.
- Ruam kemerahan pada kulit.
- Gangguan fungsi ginjal dan hati.
- Pendarahan: Baik pendarahan internal maupun eksternal (seperti keluar darah dari gusi, hidung, atau feses).
Cara Penularan Virus Ebola
Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, virus ini tidak menular melalui udara seperti flu biasa. Penularan terjadi melalui:
1. Kontak langsung dengan darah, sekret, organ, atau cairan tubuh lainnya (seperti keringat, urin, air liur, dan sperma) dari orang yang terinfeksi.
2. Kontak dengan benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita (seperti pakaian atau jarum suntik).
3. Kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah, monyet, atau simpanse.
Langkah Pencegahan Virus Ebola
Hingga saat ini, pencegahan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran. Berikut adalah langkah-langkah preventif yang direkomendasikan:
1. Menjaga Kebersihan Tangan
Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol secara rutin, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
2. Hindari Kontak dengan Cairan Tubuh Penderita
Hindari menyentuh darah atau cairan tubuh orang yang sedang sakit atau menunjukkan gejala demam tinggi. Bagi petugas medis, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sangat wajib hukumnya.
3. Hindari Kontak dengan Hewan Liar
Kemenkes menyarankan untuk tidak mengonsumsi atau menyentuh daging hewan liar (bushmeat), terutama kelelawar dan kera, yang diketahui sebagai inang alami virus Ebola.
Pastikan semua produk daging dimasak hingga benar-benar matang.