Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Yasinta Rahmawati

Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
Ilustrasi virus Ebola. (Magnific)
baca 10 detik
  • WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global setelah menewaskan hampir 90 orang.
  • Virus Ebola merupakan penyakit zoonosis mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita maupun hewan.
  • Pencegahan utama dilakukan dengan menjaga kebersihan, menghindari kontak langsung dengan penderita, serta menjauhi konsumsi daging hewan liar.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah virus Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan kedaruratan kesehatan global.

Penetapan status darurat global ini dilakukan setelah wabah Ebola menewaskan hampir 90 orang dan menyebar lintas negara di kawasan Afrika Timur.

Virus Ebola menjadi salah satu ancaman kesehatan global yang paling ditakuti karena tingkat kematiannya yang sangat tinggi.

Meskipun kasus ini lebih sering ditemukan di benua Afrika, pemahaman mengenai gejala dan cara penularannya sangat penting bagi masyarakat luas sebagai bentuk kewaspadaan dini.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai gejala awal virus Ebola serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Apa Itu Virus Ebola?

Virus Ebola adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus dari genus Ebolavirus.

Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya menular dari hewan kemanusia, dan kemudian dapat menyebar antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.

Mengutip dari laman CDC, Virus Ebola diyakini berasal dari kelelawar buah yang menjadi inang alami (reservoir) virus ini.

baca juga

Penularan awal ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau mengonsumsi dagingnya

Menurut data medis, tingkat kematian akibat virus ini bisa mencapai 50% hingga 90%. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap gejala awal menjadi kunci utama dalam penanganan medis.

Gejala Awal Virus Ebola yang Harus Diwaspadai

Salah satu tantangan dalam mendeteksi Ebola adalah gejalanya yang sering menyerupai penyakit lain, seperti flu, malaria, atau demam berdarah.

Mengutip dari Alodokter, masa inkubasi virus ini (jarak antara infeksi hingga munculnya gejala) berkisar antara 2 hingga 21 hari.

Berikut adalah beberapa gejala awal yang biasanya muncul secara tiba-tiba:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh meningkat drastis secara mendadak.
  • Lemas Luar Biasa: Penderita akan merasa sangat lemah dan tidak bertenaga (fatigue).
  • Nyeri Otot dan Sendi: Rasa sakit yang tajam pada area otot dan persendian.
  • Sakit Kepala Hebat: Sering disertai dengan rasa pening yang tak tertahankan.
  • Sakit Tenggorokan: Rasa nyeri saat menelan yang mirip dengan gejala radang.

Setelah gejala awal tersebut, penyakit ini akan berkembang ke tahap yang lebih parah, yang ditandai dengan:

  • Muntah-muntah dan diare.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pendarahan: Baik pendarahan internal maupun eksternal (seperti keluar darah dari gusi, hidung, atau feses).

Cara Penularan Virus Ebola

Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, virus ini tidak menular melalui udara seperti flu biasa. Penularan terjadi melalui:

1. Kontak langsung dengan darah, sekret, organ, atau cairan tubuh lainnya (seperti keringat, urin, air liur, dan sperma) dari orang yang terinfeksi.

2. Kontak dengan benda yang telah terkontaminasi oleh cairan tubuh penderita (seperti pakaian atau jarum suntik).

3. Kontak dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah, monyet, atau simpanse.

Langkah Pencegahan Virus Ebola

Hingga saat ini, pencegahan adalah cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran. Berikut adalah langkah-langkah preventif yang direkomendasikan:

1. Menjaga Kebersihan Tangan

Selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol secara rutin, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.

2. Hindari Kontak dengan Cairan Tubuh Penderita

Hindari menyentuh darah atau cairan tubuh orang yang sedang sakit atau menunjukkan gejala demam tinggi. Bagi petugas medis, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sangat wajib hukumnya.

3. Hindari Kontak dengan Hewan Liar

Kemenkes menyarankan untuk tidak mengonsumsi atau menyentuh daging hewan liar (bushmeat), terutama kelelawar dan kera, yang diketahui sebagai inang alami virus Ebola.

Pastikan semua produk daging dimasak hingga benar-benar matang.

4. Perhatikan Prosedur Pemakaman

Virus Ebola masih dapat menular bahkan setelah penderitanya meninggal dunia. Oleh karena itu, pemulasaraan jenazah pasien Ebola harus dilakukan oleh petugas terlatih dengan protokol keamanan yang ketat.

5. Hindari Perjalanan ke Wilayah Endemis

Jika tidak mendesak, hindari bepergian ke daerah yang sedang mengalami wabah atau outbreak virus Ebola.

Ebola adalah penyakit mematikan, namun risiko penularannya dapat ditekan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta kewaspadaan terhadap gejala awal.

Jika Anda atau kerabat mengalami demam tinggi setelah bepergian dari wilayah terdampak, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik

Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik

Health | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:31 WIB

Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya

Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×