Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
ilustrasi anak-anak puber sebelum waktunya. (pexels.com/Lukas)
baca 10 detik
  • Dokter Ratna Dewi Puspita Sari menyatakan fenomena pubertas dini pada anak kini terjadi lebih cepat dibandingkan usia normal.
  • Pemicu utama pubertas prekoks meliputi faktor genetik dan paparan hormon estrogen tinggi sejak anak masih dalam kandungan ibu.
  • Orang tua perlu melakukan pemeriksaan hormon untuk memantau tumbuh kembang serta mencegah gangguan kesehatan seperti penyakit autoimun anak.

Suara.com - Kasus pubertas dini atau pubertas prekoks pada anak semakin banyak ditemukan di masyarakat. Kondisi ini ternyata dapat dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya paparan hormon estrogen yang tinggi sejak masih dalam kandungan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dari Prodia Women's Health Centre Jakarta, dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG, mengatakan fenomena ini kerap membuat orang tua bingung karena tubuh anak terlihat seperti orang dewasa, padahal usianya masih tergolong anak-anak.

"Memang sekarang makin banyak pubertas prekoks terjadi. Jadi jangan bingung kalau anak sekarang masih kecil, tetapi perilakunya terlihat lebih dewasa," ujar dr. Ratna saat Grand Opening Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Kramat, Sabtu (20/6/2026).

Pubertas prekoks atau pubertas dini merupakan perubahan fisik anak menuju kedewasaan yang terjadi jauh lebih awal dibanding usia normal. Dalam istilah awam, kondisi ini sering disebut puber sebelum waktunya.

Menurut dr. Ratna, tren pubertas dini terlihat dari semakin mudanya usia anak perempuan mengalami menstruasi pertama. Jika sebelumnya menstruasi umumnya terjadi pada usia 11 hingga 12 tahun, kini banyak ditemukan pada usia 8 hingga 9 tahun.

dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG saat Grand Opening Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Kramat, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG saat Grand Opening Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Kramat, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Mungkin kalau dulu kita menstruasi pada usia 12 tahun atau 13 tahun. Namun sekarang ada anak usia 7 tahun atau 8 tahun yang sudah menstruasi. Begitu juga pada anak laki-laki. Jadi memang pubertasnya jauh lebih cepat," ungkapnya.

Dokter yang kerap menangani masalah hormonal tersebut menjelaskan bahwa penyebab pubertas dini tidak semata-mata berasal dari pola makan. Faktor genetik juga berperan, termasuk kecenderungan kadar hormon yang lebih tinggi sejak anak masih berada di dalam kandungan.

"Jadi saat ibu mengandung, produksi hormon tertentu sudah mulai memengaruhi kondisi calon anak yang ada di dalam kandungan," jelas dr. Ratna.

Ia menambahkan, pada sebagian orang yang menjalani pemeriksaan hormon, sering ditemukan kadar hormon dasar atau basic hormonal level yang menunjukkan estrogen lebih tinggi.

baca juga

Karena itu, pemeriksaan hormon sebelum program kehamilan maupun saat memantau tumbuh kembang anak dinilai penting untuk menentukan intervensi nutrisi yang sesuai.

"Otomatis saat memberikan nutrisi kepada anak, kita harus tahu juga sebenarnya level hormon anak berada di mana. Jangan sampai makanan yang diberikan justru mengubah komposisi hormon di dalam tubuh," paparnya.

dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG saat Grand Opening Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Kramat, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG saat Grand Opening Prodia Women's Health Centre dan Premium Service Prodia Health Care Kramat, Sabtu (20/6/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Melalui fakta tersebut, dr. Ratna juga mengingatkan bahwa tubuh anak yang bongsor atau lebih besar dibanding teman sebayanya tidak selalu menjadi indikator kesehatan yang baik.

Orang tua perlu mewaspadai kemungkinan gangguan hormonal yang dapat memengaruhi aktivitas belajar, memicu gangguan menstruasi, hingga menyebabkan perubahan emosi yang tidak stabil.

Selain itu, ia menyoroti semakin banyaknya kasus penyakit autoimun yang ditemukan di masyarakat. Menurutnya, sebagian kasus autoimun berkaitan dengan gangguan regulasi hormon dalam tubuh.

"Makanya sekarang makin banyak ditemukan penyakit autoimun. Banyak yang baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan. Di Prodia sendiri sudah tersedia paket pemeriksaan untuk mendeteksi autoimun," pungkas dr. Ratna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Body Lotion untuk Anak-Anak, Bisa Mencerahkan Kulit yang Kusam atau Terkena Gigitan Nyamuk

5 Body Lotion untuk Anak-Anak, Bisa Mencerahkan Kulit yang Kusam atau Terkena Gigitan Nyamuk

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:02 WIB

Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua

Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:35 WIB

Anak Muda Punya Banyak Rencana Hidup, Tapi Risiko Bisa Datang Kapan Saja

Anak Muda Punya Banyak Rencana Hidup, Tapi Risiko Bisa Datang Kapan Saja

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas

Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!

Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:11 WIB

92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?

92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG

Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG

Entertainment | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:01 WIB

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya

Video | Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki

Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:59 WIB

×