Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Vania Rossa

Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
Ilustrasi pemeriksaan mata anak. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Prof. Tjahjono dari JEC Group menyatakan strabismus adalah gangguan medis serius yang mengganggu fungsi penglihatan, bukan sekadar masalah penampilan.
  • Masyarakat diimbau melakukan pemeriksaan medis sejak dini guna mendeteksi penyebab serta mencegah komplikasi mata malas pada anak-anak.
  • JEC Eye Hospitals & Clinics meningkatkan edukasi publik melalui kampanye kesehatan mata untuk menanggulangi stigma terkait kondisi strabismus.

Suara.com - Strabismus atau yang lebih dikenal sebagai mata juling masih kerap dianggap masyarakat sebagai persoalan penampilan semata. Padahal, kondisi ini merupakan gangguan medis yang dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani sejak dini.

JEC Eye Hospitals & Clinics mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai strabismus, terutama bagi orang tua yang memiliki anak dengan gejala mata tidak sejajar.

Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Group, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, menjelaskan bahwa strabismus terjadi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar masalah estetika karena dapat memengaruhi kemampuan penglihatan, termasuk persepsi kedalaman atau kemampuan melihat tiga dimensi, memperkirakan jarak, hingga meningkatkan risiko ambliopia atau mata malas.

"Mata juling bukan sekadar persoalan estetika, melainkan kondisi medis yang perlu diperiksa. Semakin dini diketahui, semakin besar peluang pasien mendapatkan tata laksana yang sesuai dan hasil yang lebih optimal," ujar Tjahjono dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).

Ia menjelaskan, pada bayi, mata yang tampak tidak sejajar masih bisa terjadi akibat koordinasi saraf mata yang belum berkembang sempurna. Namun, apabila kondisi tersebut tetap terlihat setelah usia enam bulan, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter mata.

Deteksi dini dinilai penting untuk mengetahui penyebab pasti strabismus. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan otot mata, kelainan saraf, faktor genetik, hingga gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau silinder yang tidak terkoreksi.

Tjahjono juga mengingatkan bahwa gejala strabismus tidak selalu muncul secara konsisten. Pada sebagian anak, mata juling dapat terlihat terus-menerus. Namun pada kasus lain, kondisi tersebut hanya muncul sesekali, misalnya ketika anak sedang lelah, mengantuk, sakit, atau kurang fokus.

Bahkan, ada kasus strabismus yang tidak tampak dalam aktivitas sehari-hari dan baru diketahui setelah menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh.

baca juga

Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu hingga kondisi mata terlihat semakin jelas atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari sebelum melakukan pemeriksaan.

Untuk menangani strabismus, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab yang mendasarinya. Penanganan kemudian disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pada beberapa kasus, penggunaan kacamata dapat membantu memperbaiki fokus sekaligus posisi mata. Sementara pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi penutup mata (patching) untuk melatih mata yang lebih lemah, terapi penglihatan (vision therapy), hingga tindakan operasi bila diperlukan.

JEC mencatat kesadaran masyarakat terhadap penanganan strabismus mulai meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah tindakan penanganan strabismus yang meningkat 29 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa semakin banyak masyarakat yang mulai memahami bahwa mata juling merupakan kondisi medis yang dapat ditangani.

JEC menjalankan kampanye "Strabismus: From Stigma to Confidence". (Dok. JEC)
JEC menjalankan kampanye "Strabismus: From Stigma to Confidence". (Dok. JEC)

Sebagai bagian dari upaya edukasi publik mengenai strabismus, JEC menjalankan kampanye "Strabismus: From Stigma to Confidence" melalui berbagai kanal, mulai dari media digital, seminar kesehatan mata, podcast, publikasi media, skrining mata, hingga program sosial operasi mata juling gratis.

Kampanye tersebut juga mengantarkan JEC Eye Hospitals & Clinics meraih penghargaan Marketeers OMNI Brands of the Year 2026 untuk kategori Impactful Omnichannel Social Campaign, sebagai bentuk apresiasi atas upaya edukasi yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai strabismus dan pentingnya deteksi dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital

Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital

Health | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:39 WIB

Terkini

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

×