Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Vania Rossa

Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
Ilustrasi lasik. (Dok. JEC @Menteng)
baca 10 detik
  • Gangguan refraksi mata sering menghambat aktivitas harian karena ketidakpraktisan penggunaan kacamata dan lensa kontak bagi banyak orang.
  • RS Mata JEC @ Menteng menawarkan prosedur CoZi LASIK menggunakan teknologi laser modern untuk memperbaiki ketajaman penglihatan pasien.
  • Tindakan LASIK memerlukan pemeriksaan menyeluruh dan seleksi ketat untuk memastikan kondisi mata pasien memenuhi syarat medis yang aman.

Suara.com - Penglihatan menjadi salah satu indera terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Sekitar 80 persen informasi yang diterima manusia berasal dari mata, sehingga kualitas penglihatan berperan besar dalam mendukung produktivitas, mobilitas, hingga keselamatan saat beraktivitas.

Namun, masih banyak orang yang hidup dengan gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), maupun mata silinder (astigmatisme). Kondisi ini tidak hanya membuat penglihatan menjadi kabur, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan saat bekerja, belajar, mengemudi, hingga berolahraga.

Selama ini, kacamata dan lensa kontak menjadi solusi yang paling umum digunakan. Meski efektif membantu memperjelas penglihatan, keduanya tidak selalu praktis, terutama bagi mereka yang memiliki gaya hidup aktif. Kacamata dapat mengganggu saat berolahraga atau berkabut ketika menggunakan masker, sementara lensa kontak memerlukan perawatan rutin dan pada sebagian orang dapat memicu mata kering.

Karena itu, prosedur bedah refraktif seperti LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) menjadi salah satu pilihan yang semakin banyak dipertimbangkan. LASIK bekerja dengan menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea agar cahaya dapat difokuskan secara tepat ke retina, sehingga membantu mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak.

Meski demikian, LASIK bukanlah prosedur yang dapat dilakukan oleh semua orang. Pemeriksaan menyeluruh menjadi tahap penting untuk memastikan kondisi mata pasien memenuhi syarat dan aman menjalani tindakan.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M(K), menjelaskan bahwa tujuan LASIK tidak hanya memperbaiki ketajaman penglihatan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien.

"Bagi banyak orang, kacamata dan lensa kontak memang membantu, tetapi dalam aktivitas tertentu bisa terasa kurang praktis, misalnya saat berolahraga, bepergian, bekerja dalam waktu panjang, atau ketika lensa kontak memicu rasa kering dan tidak nyaman. LASIK hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas. Namun, yang terpenting adalah memastikan pasien memahami manfaat, proses, kriteria, serta potensi efek sampingnya melalui konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu," ujar dr. Devina.

Sebagai bagian dari layanan koreksi refraksi, RS Mata JEC @ Menteng menghadirkan CoZi LASIK, yang menggabungkan pemeriksaan mata secara komprehensif dengan teknologi laser modern untuk membantu menghasilkan tindakan yang lebih presisi.

Sebelum tindakan dilakukan, setiap pasien menjalani lima tahap pemeriksaan pra-LASIK, meliputi pemeriksaan refraksi, pentacam, biometry, keratograph, dan fundus. Pemeriksaan ini bertujuan menilai ketajaman penglihatan, bentuk dan ketebalan kornea, kondisi permukaan mata, hingga kesehatan retina sehingga dokter dapat menentukan apakah pasien merupakan kandidat yang sesuai.

baca juga

Dari sisi teknologi, CoZi LASIK memanfaatkan kombinasi Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500. Teknologi femto laser digunakan untuk membuat flap kornea tanpa pisau mekanik, sedangkan excimer laser membantu membentuk ulang kornea dengan presisi tinggi. Sistem ini juga dilengkapi eye tracker yang mampu memantau pergerakan mata secara real-time selama tindakan berlangsung.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M(K), menegaskan bahwa keberhasilan LASIK modern sangat bergantung pada proses evaluasi awal dan teknologi yang digunakan.

"LASIK modern membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pemeriksaan pra-LASIK menjadi fondasi yang sangat penting untuk menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat," jelasnya.

Secara umum, prosedur LASIK berlangsung sekitar 10–20 menit untuk kedua mata. Setelah tindakan, pasien tetap perlu menjalani masa pemulihan dengan mengikuti anjuran dokter, seperti menggunakan obat tetes mata sesuai resep, menjaga kebersihan mata, menghindari penggunaan riasan mata sementara waktu, serta menunda aktivitas berat hingga kondisi mata benar-benar pulih.

Meski dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, LASIK tetap memerlukan seleksi pasien yang ketat. Kandidat ideal umumnya berusia minimal 18–20 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil setidaknya selama satu tahun terakhir, ketebalan kornea yang memadai, serta tidak memiliki gangguan mata tertentu seperti infeksi berat, glaukoma, gangguan retina, maupun mata kering berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Health | Selasa, 10 Maret 2026 | 23:22 WIB

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi

Health | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:39 WIB

Terkini

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Berdayakan Puluhan Kelompok Usaha, Klaster Unggulan BRI Sukses Dongkrak Potensi Peternak

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:55 WIB

×