Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:58 WIB
Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci
Jurnalis investigasi Sigfrido Ranucci (Osservatorio Balcani Caucaso)
baca 10 detik
  • Valter Lavitola ditangkap karena mendalangi ledakan bom di rumah jurnalis Sigfrido Ranucci.
  • Pelaku berdalih aksi teror tersebut dilakukan untuk meningkatkan popularitas politik Ranucci.
  • Polisi telah menangkap empat eksekutor bom dan masih mengejar satu pelaku lainnya.

Suara.com - Kepolisian Roma menangkap pebisnis Valter Lavitola atas dugaan menjadi otak penyerangan bom di rumah jurnalis investigasi Sigfrido Ranucci. Mantan rekan dekat mendiang Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi itu menyuruh pihak ketiga untuk merekrut tim eksekutor peledakan.

Motif tindakan tersebut terbilang janggal karena Lavitola mengira aksi teror justru akan mendongkrak popularitas Ranucci jelang karier politiknya. Padahal, Ranucci sama sekali tidak mengetahui rencana liar sahabatnya itu dan tidak terlibat kesalahan apa pun.

Aksi nekat ini menyingkap tabir pengkhianatan dalam lingkaran dekat Ranucci yang selama ini menganggap Lavitola sebagai teman sejati. Polisi mengungkapkan keduanya bahkan sempat berhubungan dekat sebelum insiden penyerangan terjadi.

Bom mobil jurnalis investigasi Sigfrido Ranucci (CNN)
Bom mobil jurnalis investigasi Sigfrido Ranucci (CNN)

Insiden ledakan dahsyat di kawasan pemukiman Pomezia tersebut menghancurkan dua unit mobil milik Ranucci. Korban beruntung selamat karena baru saja memasuki rumah, sementara putrinya melintas di lokasi setengah jam sebelumnya.

Dikutip dari CBS, rekaman video pribadi yang diambil Ranucci memperlihatkan gerbang rumah serta bangkai kendaraan yang hancur berkeping-keping. Pria yang memandu program investigasi "Report" di stasiun Rai ini memang hidup dalam perlindungan ketat kepolisian sejak 2021.

Siapa Saja Pihak yang Terlibat Dalam Aksi Pemboman Ini?

Lavitola menugaskan Tavares Gomes Clesio untuk mencari empat pria sebagai pelaksana aksi pemasangan bom. Aparat keamanan telah meringkus empat eksekutor tersebut di dekat wilayah Naples pada Juni lalu.

Penyidik kepolisian saat ini masih terus melacak keberadaan Gomes yang buron. Lavitola dan Gomes diketahui sempat melakukan pengamatan awal di depan kediaman Ranucci pada September sebelum serangan diluncurkan.

Ancaman nyata terhadap keselamatan Ranucci sebenarnya sudah berlangsung lama akibat liputan investigasinya mengenai mafia dan korupsi politik. Sehari setelah serangan terjadi, Ranucci mengaku mendapat "daftar ancaman yang tidak ada habisnya."

baca juga

Meskipun menjadi sasaran teror ledakan bom, Ranucci beruntung tidak mengalami luka fisik dalam peristiwa mengerikan tersebut. Sosok pengusaha impor-ekspor sekaligus pemilik restoran di Roma itu kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Rekam jejak hukum Lavitola dan Berlusconi bukanlah hal baru di panggung peradilan Italia. Pada 2015, pengadilan tingkat pertama pernah memvonis Berlusconi dan Lavitola dengan hukuman tiga tahun penjara atas kasus penyuapan seorang senator.

Peristiwa peledakan di rumah Ranucci ini bertepatan dengan peringatan delapan tahun pembunuhan jurnalis Daphne Caruana Galizia di Malta. Daphne tewas mengenaskan akibat bom mobil setelah gencar membongkar korupsi lingkaran politik dan bisnis.

Latar belakang Ranucci yang sering membongkar kejahatan terorganisasi membuatnya menjadi target empuk aksi kekerasan. Penangkapan Lavitola mempertegas tingginya risiko keselamatan yang dihadapi para jurnalis investigasi di kawasan Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB

Terkini

Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa

Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa

Lampung | Jum'at, 11 September 2026 | 13:40 WIB

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Diteriaki Copet Saat Kabur, Pengedar 3.000 Pil Koplo Dibekuk Warga dan Polisi di Surabaya

Diteriaki Copet Saat Kabur, Pengedar 3.000 Pil Koplo Dibekuk Warga dan Polisi di Surabaya

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 13:33 WIB

Review Agensi Rumah Tangga: Cerita Kocak di Balik Pekerjaan ART

Review Agensi Rumah Tangga: Cerita Kocak di Balik Pekerjaan ART

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:30 WIB

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

Pramono Targetkan Stunting di Jakarta Turun Jadi 14 Persen dalam Dua Tahun

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:28 WIB

Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!

Polisi Pastikan Kasus Penistaan Agama Abah Setu Lanjut: Laporan Belum Dicabut!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:27 WIB

Kasus Korupsi Perdin Rp5,9 Miliar, Eks Pejabat Kementan Indah Megahwati Bakal Jalani Sidang Perdana

Kasus Korupsi Perdin Rp5,9 Miliar, Eks Pejabat Kementan Indah Megahwati Bakal Jalani Sidang Perdana

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:26 WIB

Bye Kulit Belang! 4 Sunscreen Mist Solusi Praktis Buat Aktivitas Outdoor

Bye Kulit Belang! 4 Sunscreen Mist Solusi Praktis Buat Aktivitas Outdoor

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:25 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan

Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan

Jogja | Jum'at, 11 September 2026 | 13:24 WIB

×