- Psikolog Saskhya Aulia Prima menyatakan bahwa kebersamaan berkualitas tidak memerlukan waktu panjang dalam acara di Jakarta.
- Aktris Nikita Willy memanfaatkan waktu terbatas di rumah untuk sarapan bersama keluarga guna membangun kedekatan.
- Lemonilo mengadakan Family Happy Day 2026 untuk mengingatkan pentingnya kebahagiaan ibu dan kebersamaan keluarga.
Suara.com - Di tengah kesibukan orang tua bekerja dan mengurus berbagai kebutuhan keluarga, waktu bersama anak sering kali menjadi hal yang paling mudah terpinggirkan. Padahal, quality time tidak selalu membutuhkan waktu panjang atau aktivitas yang istimewa.
Psikolog Saskhya Aulia Prima mengatakan, kebersamaan keluarga justru dapat dibangun dari momen-momen sederhana, selama orang tua benar-benar hadir dan terhubung dengan anak.
“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Yang penting bagaimana kita hadir dan berinteraksi satu sama lain,” ujar Saskhya dalam acara Family Happy Day 2026 yang digelar Lemonilo di Menara Saujana, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Menurut Saskhya, orang tua memiliki banyak peran dalam keseharian. Ibu, misalnya, bisa sekaligus menjadi pengurus rumah, pekerja, pendamping anak hingga tempat anggota keluarga mencari bantuan. Kondisi tersebut membuat orang tua juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengisi kembali energi.
“Kita sudah berlapis-lapis, mungkin ibu-ibu ada yang jadi customer service, kita nungguin semua keluarga kita tanyain apa, terus kayak mungkin kita chef-nya juga dan yang lain sebagainya,” katanya.
Karena itu, quality time dengan keluarga sebaiknya tidak dipahami sebagai kewajiban untuk terus-menerus membuat anak senang. Orang tua juga perlu memiliki ruang untuk menjaga kondisi dirinya agar dapat hadir secara lebih optimal bersama keluarga.
Sarapan Bersama Jadi Momen Sederhana
Hal tersebut juga dirasakan aktris Nikita Willy yang hadir bersama keluarganya dalam Family Happy Day 2026.
Nikita dan suaminya sama-sama bekerja sehingga waktu bersama anak menjadi sesuatu yang berharga. Karena itu, ketika berada di rumah, mereka berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk menikmati kebersamaan.
“Waktu sama anak-anak itu very limited. Kalau aku sama Indra kita dua-duanya bekerja, jadi begitu pulang ke rumah kita maunya lebih banyak quality time, nggak banyak marah-marah, lebih fun sama mereka,” ujar Nikita.
Salah satu kebiasaan yang dilakukan keluarganya adalah menyempatkan sarapan bersama sebelum menjalani aktivitas masing-masing.
Bagi Nikita, kebiasaan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk berkumpul dan membangun kedekatan tanpa harus menunggu momen khusus.
“Happy mom, happy family. Saya juga baru mengerti apa arti kalimat itu semenjak jadi ibu. Saya benar-benar baru merasakan kalau ibu happy, anak-anak jadi lebih happy. Suami juga happy. Jadi, kalau ibunya happy, satu rumah jadi happy,” tuturnya.
Menurut Saskhya, momen seperti makan bersama, berbincang atau melakukan aktivitas sederhana di rumah dapat menjadi bagian dari quality time. Yang penting, orang tua tidak sekadar berada di tempat yang sama dengan anak, tetapi memberikan perhatian dan kesempatan untuk berinteraksi.
Tak Harus Menunggu Liburan
Quality time juga tidak harus diwujudkan dalam bentuk liburan keluarga atau aktivitas yang membutuhkan persiapan besar.
Dalam keseharian, waktu beberapa menit yang digunakan untuk mendengarkan cerita anak, makan bersama atau bermain dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan.
Saskhya juga mengingatkan bahwa orang tua tidak harus selalu berada dalam kondisi emosi yang sempurna ketika bersama anak. Ada kalanya orang tua merasa lelah, kesal atau kewalahan.
“Sebetulnya yang lebih penting adalah apa yang dilakukan saat dan setelah marah,” ujarnya.
Ketika orang tua kehilangan kesabaran, kemampuan untuk menyadari emosi, meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan anak juga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan keluarga.
Dengan demikian, quality time bukan tentang menciptakan keluarga yang selalu terlihat bahagia, melainkan menyediakan ruang bagi anggota keluarga untuk saling hadir, berkomunikasi dan merasa terhubung.
Pesan inilah yang diangkat Lemonilo melalui Family Happy Day 2026. Sejak 2025, Lemonilo menetapkan 23 September sebagai Family Happy Day dengan pesan “Semua Ibu Berhak Bahagia” dan “Happy Mom, Happy Family”.
Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia mengatakan, momentum tersebut menjadi pengingat bagi keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu menikmati kebersamaan.
“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu panjang, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan bersama secara penuh perhatian,” kata Shinta.
Family Happy Day 2026 diikuti sekitar 300 peserta dengan rangkaian kegiatan seperti Family Fun Walk, piknik bersama dan talkshow. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama di tengah rutinitas sehari-hari.
Pada akhirnya, quality time bukan soal seberapa lama orang tua dan anak berada bersama. Hal yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan untuk benar-benar hadir, mendengarkan dan membangun hubungan satu sama lain.