Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:12 WIB
Tiga Tahun Usai Kebakaran Maui di Hawaii, Abu Api Diduga Masih Ganggu Paru Penyintas
Puing-puing dan sisa struktur bangunan warga pascabencana kebakaran hutan yang dipicu angin kencang di Lahaina, Maui, Hawaii, AS, Jumat (11/8/2023). Kebakaran hebat tersebut melalap sebagian besar wilayah kota. Sumber: REUTERS/HAWAI'I DLNR

Suara.com - Asap kebakaran Maui di Hawai‘i sudah lama lenyap dari langit. Namun tiga tahun setelah api meratakan Lahaina, jejaknya diduga masih tinggal di tubuh para penyintas dan kini dikaitkan dengan menurunnya fungsi paru-paru mereka.

Temuan itu dipublikasikan peneliti Universitas Hawai‘i dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada Senin (28/9/2026).

Studi ini bagian dari Maui Wildfire Exposure Study (MauiWES), riset multitahun yang memantau dampak kesehatan kebakaran Agustus 2023, salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.

Kebakaran itu menewaskan sedikitnya 102 orang, membuat ribuan warga mengungsi, dan meluluhlantakkan Lahaina, kota yang hingga kini masih berjuang bangkit.

Kadar logam jauh di atas rujukan nasional

Enam hingga 18 bulan setelah kebakaran, peneliti menguji sekitar 1.400 warga di seluruh pulau. Dibandingkan rujukan nasional AS, kadar sejumlah logam pada warga Maui jauh lebih tinggi. Antimon mencapai 40 kali lipat, sedangkan mangan, barium, dan arsenik lebih dari dua kali lipat.

Semakin tinggi paparan gabungan logam, semakin terganggu fungsi paru. Profil logam yang paling kuat kaitannya dengan gangguan itu ditemukan pada warga Lahaina dan Kula, dua wilayah yang paling parah terdampak. Profil tersebut juga banyak beririsan dengan logam dalam abu kebakaran.

Wakil Direktur MauiWES, Alika Maunakea, menilai hal itu memperkuat dugaan adanya kaitan dengan api.

“Meski kami tidak bisa memastikan sumbernya adalah kebakaran, itu akan jadi kebetulan yang aneh,” ujarnya seperti dilansir dalam laman Inside Climate News.

baca juga

Bukan satu-satunya penyebab

Para peneliti menegaskan logam tersebut kemungkinan berasal dari beragam sumber, dan sebagian paparan bisa jadi sudah ada sebelum kebakaran. Api yang melalap kawasan permukiman ikut membakar rumah, kendaraan, dan barang elektronik yang menyimpan bahan kimia berbahaya.

Faktor lain juga tampak berperan. Warga Wailuku dan Kahului di Maui Tengah, yang berdekatan dengan bandara dan infrastruktur transportasi, turut menunjukkan fungsi paru terganggu.

Dr. Martina L. Kamaka, dokter keluarga sekaligus penulis studi, tiga tahun mendampingi penyintas memahami hasil pemeriksaan, termasuk tes urine untuk 24 jenis logam. “Saya rasa belum pernah melihat hasil yang benar-benar normal,” katanya.

Menurut Kamaka, ia dan rekan-rekannya semula belum akrab dengan efek sejumlah logam berat, apalagi cara menjelaskannya kepada pasien. Ia menyebut dokter layanan primer pada umumnya belum siap menghadapi dampak lanjutan bencana.

“Itu tidak benar-benar bagian dari pelatihan kami,” ujarnya. Kondisi ini diperparah kekurangan tenaga medis di Maui yang sudah ada sebelum kebakaran.

Bencana setelah bencana

Laporan terbaru MauiWES, yang telah melibatkan lebih dari 2.500 peserta, menunjukkan efek kebakaran tidak berhenti pada paru. Anak-anak masih mengalami tekanan emosional dan masalah fisik, termasuk tekanan darah tinggi dan kesehatan paru yang buruk. Kestabilan pangan, pendapatan, tempat tinggal, dukungan sosial, dan akses layanan kesehatan menentukan apakah penyintas bisa pulih. Kamaka menambahkan, kebakaran memperlebar ketimpangan yang sudah ada, misalnya tingginya hipertensi dan diabetes pada warga Native Hawaiian.

Anggota Kongres AS Jill Tokuda menyebut temuan ini menuntut penanganan bencana yang tidak berhenti di fase darurat. “Ini bukan hanya bencana awal, tapi bencana setelah bencana,” katanya. Ia juga mendorong pengujian lebih luas. “Kita harus menggali lebih dalam dan menguji lebih banyak.”

Fase berikutnya MauiWES, yang didanai National Institute of Environmental Health Sciences, akan menelusuri polutan warisan dari aktivitas pertanian dan industri puluhan tahun di Maui, termasuk era perkebunan. Peneliti ingin tahu apakah kebakaran maupun banjir dapat memicu paparan baru dengan mengangkat kembali kontaminan lama.

Urgensinya kian nyata. Pekan lalu Badai Nolo membawa hujan deras dan angin ke Hawai‘i, badai ketiga yang mendekat dalam beberapa pekan. Sehari sebelumnya, kebakaran semak menghanguskan lebih dari 100 acre di Olowalu, Maui Barat, dan sempat memicu evakuasi.

Maunakea menyebut kontaminan lingkungan sebagai masalah tersembunyi yang akan ditanggung generasi mendatang jika tidak ditangani sekarang. Pertanyaan yang ia ajukan pun berlaku jauh melampaui Hawai‘i, termasuk bagi negara seperti Indonesia yang rutin bergulat dengan kebakaran hutan dan lahan: apa yang terjadi pada paparan dan kesehatan warga ketika api menyapu wilayah yang sudah tercemar?

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Teori Konspirasi di Warkop: Antara Hutan Terbakar dan BBM yang Langka

Teori Konspirasi di Warkop: Antara Hutan Terbakar dan BBM yang Langka

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:40 WIB

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Si Jago Merah Mengamuk di Petamburan Dini Hari, Tiga Rumah Ludes Terbakar

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:48 WIB

Terkini

'No Viral No Justice' hingga Pungli Jadi Sorotan, Komjen Suyudi Janji Jawab 9 Isu Krusial Masyarakat

'No Viral No Justice' hingga Pungli Jadi Sorotan, Komjen Suyudi Janji Jawab 9 Isu Krusial Masyarakat

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Jamuan Puan Rimba, Membawa Cerita Perempuan Penjaga Hutan Lewat Pangan Lokal

Jamuan Puan Rimba, Membawa Cerita Perempuan Penjaga Hutan Lewat Pangan Lokal

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Risiko Fatal Menggunakan BBM Oktan Rendah untuk Mobil Hybrid

Risiko Fatal Menggunakan BBM Oktan Rendah untuk Mobil Hybrid

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Terungkap, Fee Percepatan Haji 2024 Sebanyak USD 3 Ribu Per Jemaah

Terungkap, Fee Percepatan Haji 2024 Sebanyak USD 3 Ribu Per Jemaah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Transisi Musim Dimulai, BMKG Ingatkan Jateng Selatan Waspada Hujan Lebat hingga Puting Beliung

Transisi Musim Dimulai, BMKG Ingatkan Jateng Selatan Waspada Hujan Lebat hingga Puting Beliung

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Young Sherlock: Kisah Sherlock Holmes Sebelum Jadi Detektif

Review Young Sherlock: Kisah Sherlock Holmes Sebelum Jadi Detektif

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Bukan Sekadar Irigasi, Bagaiaman Tradisi Subak Bali Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam

Bukan Sekadar Irigasi, Bagaiaman Tradisi Subak Bali Menjaga Keseimbangan Manusia dan Alam

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:58 WIB

5 Gel Eyeliner Lokal Tahan Lama untuk Riasan Mata Presisi Bebas Smudge

5 Gel Eyeliner Lokal Tahan Lama untuk Riasan Mata Presisi Bebas Smudge

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Jejak Mertua Calon Kapolri Suyudi Ario Seto: Dari Kasus Andi Arief hingga Lengsernya Gus Dur

Jejak Mertua Calon Kapolri Suyudi Ario Seto: Dari Kasus Andi Arief hingga Lengsernya Gus Dur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas

Muncul Dugaan Keterlibatan Polisi di Kerusuhan Agustus, KPF Beri 6 Desakan ke Kompolnas

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:51 WIB

×