- Psikolog Saskhya Aulia Prima menyatakan bahwa aktivitas bermain membantu orang tua memahami minat alami serta respons anak secara natural.
- Studi jurnal Child Development menunjukkan bahwa metode *guided play* memberikan manfaat positif terhadap berbagai kemampuan belajar anak usia dini.
- Parentalk akan menyelenggarakan Parentalk Festival 2026 di Urban Forest Cipete pada 24 Oktober 2026 untuk ruang eksplorasi keluarga.
Suara.com - Bermain bersama anak sering kali dianggap sebagai aktivitas sederhana untuk mengisi waktu luang. Padahal, di balik kegiatan yang terlihat menyenangkan tersebut, orang tua bisa menemukan banyak hal tentang anak, mulai dari minat, rasa ingin tahu, hingga cara mereka merespons sesuatu.
Momen bermain juga memberi kesempatan bagi orang tua untuk melihat anak dalam situasi yang lebih natural. Ketika diberikan kebebasan mencoba berbagai aktivitas, anak dapat menunjukkan hal-hal yang membuatnya tertarik tanpa harus selalu diarahkan.
Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi., mengatakan setiap anak memiliki ketertarikan yang berbeda. Bahkan, minat tersebut bisa berubah seiring bertambahnya pengalaman.
“Setiap anak bisa tertarik pada aktivitas yang berbeda, bahkan minatnya dapat berubah seiring waktu dan pengalaman,” jelas Saskhya.
Karena itu, menurutnya, orang tua tidak perlu terburu-buru menentukan anak harus memiliki ketertarikan tertentu. Memberikan ruang untuk mencoba berbagai kegiatan justru dapat membantu orang tua memahami apa yang membuat anak penasaran dan ingin kembali melakukannya.

“Orang tua dapat memberi kesempatan untuk mencoba beragam hal, lalu mengamati apa yang membuat anak penasaran atau ingin dilakukan lagi. Yang penting adalah hadir, mendengarkan, dan mengikuti ketertarikan anak tanpa buru-buru menentukan ia harus menjadi seperti apa,” lanjutnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan konsep guided play, yakni aktivitas bermain yang tetap memberikan ruang eksplorasi kepada anak dengan keterlibatan orang dewasa. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Child Development mengkaji 39 studi mengenai guided play.
Sebanyak 17 studi yang melibatkan 3.893 anak usia 1–8 tahun kemudian dianalisis lebih lanjut dan menunjukkan manfaat pada sejumlah kemampuan belajar, termasuk matematika awal, pemahaman bentuk, serta kemampuan berpindah tugas.
Artinya, bermain tidak harus selalu diposisikan sebagai aktivitas belajar yang kaku. Justru ketika anak merasa nyaman dan menikmati prosesnya, orang tua memiliki kesempatan untuk hadir, mengamati, sekaligus membangun koneksi.
Semangat inilah yang coba dibawa Parentalk melalui Parentalk Festival 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival tersebut akan mengajak keluarga menikmati berbagai pengalaman bermain melalui tema “Feel the Fun in Fruitopia!”.
Acara yang digelar pada 24 Oktober 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, ini dirancang sebagai ruang bagi anak untuk mengeksplorasi berbagai aktivitas, sementara orang tua dapat ikut terlibat dan melihat lebih dekat respons anak terhadap pengalaman baru.
“Parentalk Festival kami hadirkan sebagai ruang bagi orang tua dan anak untuk menikmati pengalaman bersama. Melalui Fruitopia, keluarga dapat bermain, bereksplorasi, dan mencoba hal baru dalam suasana yang menyenangkan,” ujar Audrie Napitupulu, Co-CEO Parentalk & Co-Chairman Parentalk Festival.
Konsep Fruitopia sendiri terinspirasi dari keberagaman buah yang memiliki warna, bentuk, tekstur, rasa, dan manfaat berbeda. Keberagaman tersebut kemudian menjadi gambaran bahwa setiap anak pun memiliki karakter dan proses tumbuh yang tidak selalu sama.
Di festival ini, pengalaman bermain diterjemahkan melalui lima elemen, yakni Explore, Create, Play, Connect, dan Grow. Berbagai aktivitas disiapkan, mulai dari kegiatan sensorik dan motorik, face painting, storytelling, hingga permainan edukatif seperti meronce, Ulat Pola, dan Hopscotch. Ada pula wahana RC Excavator yang dapat menjadi pilihan eksplorasi bagi anak.
Selain bermain, keluarga juga dapat mengikuti sesi talk show edukatif. Parentalk Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah kegiatan bersama para mitra, sementara panggung hiburan akan diisi Bilal Indrajaya sebagai main artist kategori adult-family, serta Kiddos Band, Sparkle, KBL, dan Woodblock.
Bagi orang tua, festival ini bukan sekadar kesempatan membawa anak mencari hiburan. Lebih jauh, berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi momen untuk berhenti sejenak dari rutinitas, ikut bermain, dan memperhatikan hal-hal kecil yang membuat anak antusias.
Sebab, terkadang cara paling sederhana untuk memahami anak bukan dengan terus bertanya, melainkan dengan hadir dan melihat mereka menikmati dunia dengan caranya sendiri.