- Tanda cupang di leher umumnya hanya memar akibat pembuluh darah pecah.
- Dalam kasus langka, tanda cupang di leher memicu pembekuan darah.
- Tekanan kuat tanda cupang di leher berisiko menyebabkan serangan stroke.
Suara.com - Tanda Cupang atau dalam bahasa Inggris adalah Hickey selama ini dianggap sebagai tanda kasih sayang yang tidak berbahaya kepada seseorang. Namun, pada kasus pemuda berusia 17 tahun di Meksiko dikabarkan meninggal setelah menerima beberapa tanda cupang di leher.
Remaja asal Meksiko bernama Julio Macias Gonzales mengalami kondisi fatal setelah mendapatkan cupang dari pacarnya. Ia dikabarkan tidak sadarkan diri ketika makan malam bersama keluarganya.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan dunia maya, dan mengubah spekulasi masyarakat terhadap risiko tanda cupang ini. Apakah memberikan cupang ini berbahaya? Simak penjelasan berikut ini!
Seberapa Berbahayakah Cupang di Leher?
Dikutip dari Alegria Medical Centre, bekas ciuman di leher atau cupang merupakan perdarahan di bawah kulit ketika pembuluh darah kecil pecah karena hisapan.
Sebagian besar kasus seperti ini tidak berbahaya, karena seperti perdarahan kecil yang sama ketika bagian tubuh terbentur (seperti memar biasa).
Secara alami, tubuh akan menguraikan dan menyerap kembali darah tersebut dalam beberapa hari sehingga umumnya tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
Cupang dan Risiko yang Jarang Terjadi
Pembuluh darah yang berada di leher, terutama arteri karotis, membawa darah menuju otak. Dalam kondisi yang sangat jarang, trauma pada pembuluh tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri.
Kerusakan ini berpotensi berkaitan dengan terbentuknya gumpalan darah yang kemudian dapat mengganggu aliran darah ke otak.
Ketika hisapan yang dilakukan terlalu kuat, dalam beberapa kasus beberapa hal ini dapat terjadi:
- Melemahkan dinding arteri
- Menyebabkan diseksi arteri (robekan kecil di bagian dalam)
- Menyebabkan penyumbatan pembuluh darah
Jika gumpalan darah ini berpindah ke otak, maka dapat menyebabkan stroke. Namun, hal tersebut bukan berarti setiap cupang dapat menyebabkan stroke.
Para ahli medis menilai kejadian seperti ini sangat jarang. Bahkan, kasus yang dikaitkan dengan cupang dalam literatur medis hanya ditemukan dalam jumlah yang sangat terbatas.
Pada akhirnya, cupang umumnya hanyalah memar pada kulit akibat tekanan atau isapan. Meski demikian, munculnya kasus-kasus langka yang berkaitan dengan cedera pembuluh darah menunjukkan bahwa area leher tetap merupakan bagian tubuh yang perlu diperlakukan dengan hati-hati.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah