- Pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol penting dilakukan secara berkala meski tubuh terasa sehat.
- Skrining dapat membantu seseorang mengenali perubahan kondisi tubuh dan risiko penyakit lebih awal.
- Selain pemeriksaan, pemahaman tentang cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar juga penting untuk mendukung kesehatan sehari-hari.
Suara.com - Merasa sehat bukan berarti tubuh bebas dari masalah kesehatan. Sejumlah kondisi, termasuk tekanan darah tinggi, gula darah dan kolesterol yang tidak normal, kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan dasar secara berkala penting dilakukan untuk membantu seseorang mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengenali risiko penyakit lebih dini.
Pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol kini juga semakin mudah ditemukan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk apotek.
Momentum tersebut turut diangkat PT Hexpharm Jaya melalui program Pojok Sehat HJ55. Dalam kegiatan yang digelar di 55 titik apotek dengan melibatkan 55 apoteker internal, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis sekaligus edukasi mengenai penggunaan obat.
Group Business Head PT Hexpharm Jaya, Apt. Sri Wiyanti Cahya, S.Si., M.Farm, mengatakan skrining kesehatan dasar secara rutin dapat membantu masyarakat memantau kondisi kesehatannya.
"Usia 55 tahun adalah bukti kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Hexpharm Jaya. Sebagai ungkapan rasa syukur, kami ingin hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Lewat kolaborasi 55 titik lokasi apotek dan 55 apoteker internal HJ ini, kami berharap dapat membantu mengedukasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini," ujar Sri, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pemeriksaan dasar menjadi salah satu cara untuk mengenali risiko kesehatan lebih awal, khususnya yang berkaitan dengan penyakit degeneratif.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut juga mendapatkan edukasi melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat).
Edukasi tidak hanya membahas cara mengonsumsi obat, tetapi juga bagaimana obat disimpan dan dibuang dengan benar.
"Kami ingin agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan obat, mulai dari cara mengonsumsi obat-obatan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar. Ini menjadi bagian dari upaya kami mendorong masyarakat semakin cerdas dalam menjaga kesehatan," jelas Sri.
Apoteker Berperan dalam Edukasi Penggunaan Obat
Salah satu lokasi kegiatan berada di Apotek Roxy Jagakarsa. Kehadiran program pemeriksaan kesehatan di apotek dinilai dapat menjadi salah satu cara mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat.
COO Apotek Roxy, Feri Rahman Saputra, S.Pi., mengatakan kolaborasi antara apotek dan industri farmasi dapat memberikan akses lebih dekat kepada masyarakat terhadap informasi serta layanan kesehatan.
"Kami sangat mendukung 'Aksi Nyata Sehatkan Bangsa' yang dibuat oleh PT Hexpharm Jaya, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat. Kehadiran program kesehatan di apotek dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan informasi dan layanan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan," tutur Feri, Kamis (8/10/2026).
Perwakilan Apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat, Apt. Karuma Barza Afida, S.Farm., M.Farm., menambahkan bahwa kedekatan apoteker dengan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi mengenai penggunaan obat.
"Apoteker saat ini sudah dekat mendampingi masyarakat. Edukasi seperti ini semakin mempererat kedekatan tersebut. Sehingga, apoteker dapat terus memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar," kata Karuma.
Program Pojok Sehat HJ55 digelar bertepatan dengan momentum World Pharmacist Day. Melalui kegiatan tersebut, pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi penggunaan obat diberikan secara langsung kepada masyarakat di sejumlah apotek.
Bagi masyarakat, pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol dapat menjadi langkah awal untuk lebih mengenali kondisi kesehatan. Namun, hasil pemeriksaan skrining tetap perlu dipahami sesuai konteks kondisi masing-masing dan, bila ditemukan hasil yang tidak normal, dapat dikonsultasikan lebih lanjut kepada tenaga kesehatan.