- Dr. Vipada Sae-Lao dari Herbalife menyatakan bahwa peningkatan kasus kardiometabolik di Asia disebabkan oleh risiko metabolik pada indeks massa tubuh rendah.
- Kesehatan metabolik mencakup kemampuan tubuh mengubah makanan menjadi energi serta menjaga fungsi penting seperti kadar gula darah dan tekanan darah.
- Upaya menjaga kesehatan metabolik memerlukan perbaikan komposisi tubuh, kestabilan gula darah, kesehatan usus, kualitas tidur, dan pengelolaan stres.
Faktor lain yang sering terabaikan adalah tidur dan stres. Istirahat yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormon dan sistem saraf yang berkaitan dengan kortisol, sensitivitas insulin, nafsu makan, energi, serta kadar gula darah.
Menariknya, keseimbangan metabolik juga dapat tercermin pada kondisi kulit. Kulit memang tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kesehatan metabolik, tetapi kebutuhan nutrisi tubuh turut berpengaruh terhadap kondisi kulit.
Asupan protein membantu proses perbaikan dan regenerasi kulit, sementara buah dan sayuran beragam warna menyediakan antioksidan seperti vitamin A, C, dan E. Kecukupan cairan juga penting untuk membantu mempertahankan struktur dan elastisitas kulit.
“Kesehatan metabolik yang baik berkaitan dengan keselarasan berbagai sistem tubuh yang secara bertahap menyesuaikan diri satu sama lain. Jika dilakukan secara konsisten, pilihan-pilihan kecil dalam keseharian dapat menjadi fondasi bagi fungsi metabolik yang lebih baik, peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh, serta kesehatan jangka panjang yang berkelanjutan,” tutup Dr. Sae-Lao.