Sejarah Kue Putu, Jajanan Tradisional yang Makin Jarang Dijumpai

Indotnesia

Selasa, 19 April 2022 | 10:01 WIB
YouTube/Indotnesia

Indotnesia.com, YOGYAKARTA - Di Indonesia, ada berbagai macam kudapan tradisional di setiap daerahnya, salah satunya adalah kue putu yang populer di Yogyakarta. Kue putu adalah jajanan klasik yang terbuat dari tepung beras dan berisi gula merah dengan taburan kelapa di bagian luarnya. Biasanya, kudapan ini dijajakan menggunakan gerobak dorong atau dipikul.

Namun keberadaannya saat ini mulai jarang ditemukan. Pada umumnya, masyarakat Indonesia menyantap kue putu saat sore hari menjelang malam. Meski akrab di lidah orang Indonesia, rupanya kue dengan cita rasa gurih ini tidak berasal dari Nusantara.

Beberapa bukti sejarah menyebutkan jika kue putu justru berasal dari negeri Tirai Bambu, China. Melalui akulturasi masyarakat imigran China di masa lalu, kue putu mulai masuk ke Indonesia.

Kue yang Berada Pada Masa Kerajaan China

Berbahan dasar tepung beras yang dikukus menggunakan selongsong bambu, membuat kue putu bambu memiliki tekstur lembut dan empuk. Tak hanya itu, rasanya yang manis dan gurih membuat kue ini menjadi primadona kudapan para Kaisar Kerajaan. Ya, kue putu muncul sejak ratusan tahun lalu pada masa Kerajaan China.

Berdasarkan catatan sejarah, kue putu sudah ada sejak masa Kerajaan Dinasti Ming, yaitu sekitar tahun 1368-1644. Bukti keberadaannya dapat ditemukan di China Silk Museum yang terletak di Hangzhou, China. Di negara asalnya, kue putu dikenal dengan sebuatan xiao roe xiao long, artinya kue yang terbuat dari tepung beras yang diisi kacang hijau. Dahulu, kue ini dimasak menggunakan cetakan bambu, lalu dikukus hingga matang.

Keberadaan Kue Putu di Indonesia

Kegemaran masyarakat China bermigrasi dan berdagang, membuatnya berakulturasi dengan banyak hal yang ada di Nusantara. Salah satunya adalah kuliner. Bentuk akulturasi dalam hal kuliner tradisional, salah satunya terlihat pada kue putu. 

Jika di China xiao roe xiao long menggunakan isian kacang hijau, masyarakat Nusantara menggantinya dengan gula merah dan mengubah namanya menjadi kue putu. Nama putu merupakan serapan dari bahasa Jawa 'puthu' yang diambil dari bahasa Jawa Kuno 'puthon'. Puthon memiliki arti bundar atau lingkaran yang merujuk pada bentuk rongga bambu berbentuk lingkaran yang digunakan dalam proses pemasakan kue putu.

baca juga

Sedangkan kata puthu juga muncul dalam naskah klasik Serat Centhini yang ditulis saat masa Kerajaan Mataram pada 1814. Dalam naskah tersebut terdapat kejadian yang menceritakan penyebutan puthu, yaitu tahun 1630 di Desa Wanamarta, Jawa Timur.

Dua cerita yang termasuk dalam Serat Centhini tentang keberadaan kue putu yaitu ketika Ki Bayi Panurta meminta muridnya menyediakan hidangan pagi. Disediakanlah beberapa hidangan, sedangkan makanan sampingannya adalah serabi dan puthu. Peristiwa lainnya adalah saat Nyai Daya dan Nyai Sumbaling sedang menyiapkan hidangan setelah salat subuh.

Hidangan yang disiapkan cukup banyak, yaitu gemblong, ulen-ulen, lempeng, serabi, puthi, jadah, jenang, dendeng balur, dendeng gepuk, pisang bakar, kupat, balendrang, jenang, grendul, pisang raja, dan wedang bubuk.

Bunyi Bambu yang Melengking

Kue putu masih bisa ditemui hingga saat ini, meskipun keberadaannya terbilang sudah cukup langka. Beberapa pedagang masih ada yang menjajakannya menggunakan gerobak dorong maupun gerobak pikul. Bukan hanya rasanya yang gurih dan manis, keberadaan penjual kue putu juga menjadi kenangan tersendiri bagi sebagian orang.

Proses pemasakan kue putu yang menggunakan rongga bambu sebagai cetakan dan dikukus, membuat kue ini kerap menarik perhatian. Apalagi suara melengking yang ditimbulkan saat proses pemasakan kue putu, menjadi ciri khas keberadaan penjual kue putu bambu yang memanggil para pembelinya.

Sayangnya, saat ini tidak semua penjual kue putu menggunakan teknik memasak yang menghasilkan siulan. Pasalnya, saat ini penjual kue putu lebih banyak menggunakan gerobag dorong dan berhenti di satu tempat sehingga tak perlu lagi menyiulkan bunyi melengking untuk memanggil pembeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pedagang Kue Putu Keliling Ini Mendadak Viral karena Bawa HT, Warganet Jadi Curiga

Pedagang Kue Putu Keliling Ini Mendadak Viral karena Bawa HT, Warganet Jadi Curiga

Sumbar | Sabtu, 18 Juni 2022 | 16:11 WIB

Resep Kue Putu Ayu Tanpa Mixer, Teksturnya Super Lembut dan Rasanya Manis

Resep Kue Putu Ayu Tanpa Mixer, Teksturnya Super Lembut dan Rasanya Manis

Your Say | Sabtu, 16 April 2022 | 21:37 WIB

Daftar Jajanan Tradisional Bikin Kenyang, Ada Kue Putu hingga Klepon

Daftar Jajanan Tradisional Bikin Kenyang, Ada Kue Putu hingga Klepon

Jabar | Rabu, 29 Desember 2021 | 15:26 WIB

Terkini

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

×