Mengenal Ganja Medis dan Perbedaannya dengan Daun Ganja

Indotnesia Suara.Com
Rabu, 29 Juni 2022 | 12:05 WIB
Mengenal Ganja Medis dan Perbedaannya dengan Daun Ganja
Freepik/jcomp

Indotnesia - Belum lama ini ganja medis ramai jadi perbincangan publik. Hal tersebut dipicu oleh aksi viral seorang ibu yang memohon legalisasi ganja untuk pengobatan cerebral palsy sang anak. 

Ganja di Indonesia termasuk narkotika golongan I yang telah diatur dalam Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penggunannya dianggap ilegal, termasuk bagi kepentingan medis kecuali digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dilansir dari Suara.com, ganja termasuk jenis tanaman Cannabis sativa yang memiliki kandungan tetrahidrokanabinol, senyawa yang dapat menyebabkan efek euforia atau mabuk. Meski begitu, pemanfaatan ganja telah berkembang terutama bagi kebutuhan medis dalam obat-obatan.

Pada Desember 2020, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  menyetujui penggunaan ganja medis bagi tujuan pengobatan. Kesepakatan yang diajukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut telah membuat sekitar 30 negara melegalkan penggunaan ganja medis.

Terbaru, Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melonggarkan aturan ganja, terutama untuk konsumsi dan pengobatan. Walau legal, penggunaan ganja di Negara Gajah Putih tersebut tetap wajib mengikuti aturan, yaitu produk harus mengandung kurang dari 0,2% tetrahidrokanabinol.

Perbedaan Ganja Medis dan Daun Ganja

Tanaman ganja bagi kebutuhan konsumsi memanfaatkan pucuk daun dan batangnya. Sedangkan untuk pengobatan, daun ganja akan diambil ekstraknya dengan dosis sesuai kebutuhan yang telah dianjurkan oleh dokter.

Menurut Guru Besar Farmasi UGM Zullies Ikawati, tanaman ganja memiliki kandungan sejumlah komponen senyawa sitokimia yang dapat bekerja pada reseptor karbinoid dalam tubuh manusia.

Reseptor yang sama seperti dalam kandungan tanaman ganja itu dapat menghasilkan berbagai efek tertentu. Kesamaan reseptor tersebut yang dimanfaatkan para peneliti untuk mengambil ekstrak ganja dan diolah menjadi obat.

Baca Juga: Sultan HB X Dapat Bintang Tanda Jasa dari Kaisar Jepang, Apa Maknanya?

"Jadi memang beberapa memberikan efek di dalam perkembangan riset kesehatan. Cannabis ini bisa diambil senyawa aktifnya, kemudian bisa dibuat jadi obat. Itu yang disebut dengan ganja medis," jelas Zullies, dikutip dari Suara.com.

Sejak zaman dahulu, sebenarnya ganja telah digunakan sebagai pengobatan secara tradisional. Sayangnya, riwayat pengalaman nenek moyang terkait efektivitas penggunaan ganja sebagai obat belum dibuktikan melalui penelitian secara mendalam.

Mengambil ekstrak tanaman ganja guna kebutuhan pengobatan, ganja medis di sejumlah negara yang telah melegalkannya memiliki bentuk yang beragam. Ada yang berbentuk kapsul, obat minum hingga spray, disemprotkan langsung ke bawah lidah untuk menambah nafsu makan pada pasien HIV-Aids.

Meski pemanfaatan tanaman ganja bagi konsumsi dan pengobatan berbeda, risiko efek sampingnya dapat menimbulkan gejala yang sama. Artinya, penggunaan ganja dapat menimbulkan efek euforia atau mabuk bagi pengguna. 

Kendati begitu, ganja medis memiliki efek samping lebih ringan dan terkontrol karena ekstrak ganja yang digunakan telah sesuai kebutuhan berdasarkan anjuran dokter. Berbeda halnya dengan pemanfaatan ganja untuk rekreasional, umumnya dikonsumsi secara berlebihan dan tidak terkontrol hingga risiko efek samping memabukkannya lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI