Indotnesia - Manusia masih terus menghadapi pandemi Covid-19 hingga kini, yang mana virusnya terus bermutasi. Meski sudah ada vaksin, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta ilmuwan untuk melanjutkan penelitian tentang asal mula virus tersebut.
Pasar seafood Huanan di Wuhan, China, sejak semula disebut-sebut sebagai lokasi awal dimulainya pandemi yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.
Lalu, apa hasil penelitian terbaru dari para ahli di seluruh dunia mengenai hal tersebut?
Melansir CNN, ada dua studi terbaru dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, namun menyimpulkan hal yang sama, yakni Pasar Huanan di Wuhan kemungkinan besar menjadi pusat penyebaran virus corona.
Penelitian yang telah diunggah secara online sebagai pracetak pada Februari lalu, kini telah menjalani peer review dan diterbitkan Selasa (26/7/2022) di jurnal Science.
Penelitian pertama, para ilmuwan di seluruh dunia menggunakan alat pemetaan dan laporan media sosial untuk analisis sosial dan lingkungan. Meski "keadaan sebenarnya masih belum jelas", namun virus tersebut kemungkinan ada pada hewan hidup yang dijual di pasar itu pada akhir 2019.
Hewan-hewan hidup itu ditempatkan saling berdekatan dan dapat dengan mudah bertukar kuman. Meski demikian, penelitian ini tidak menyebutkan hewan apa yang sakit dan membawa virus.
Kasus Covid-19 paling awal berada di pasar di mana terdapat penjual hewan-hewan hidup dan banyak orang berbelanja di sana. Para peneliti meyakini ada dua virus terpisah pada hewan, yang kemudian menyebar ke manusia.
"Semua 8 kasus yang terdeteksi sebelum 20 Desember (2019) berasal dari sisi barat pasar, tempat spesies mamalia juga dijual," tulis hasil studi tersebut.
Baca Juga: Citayam Fashion Week Bisa Jadi Merek Milik Bersama?
Mengutip BBC, penelitian pemetaan kasus Covid-19 juga menemukan sebagian besar pasien-pasien awal, yang tidak pernah ke pasar, ternyata tinggal di dekat pasar.
Profesor Michael Worobey, peneliti utama dan ahli biologi di University of Arizona, mengatakan pasar adalah pusat epideminya. Awalnya, penjual terinfeksi terlebih dahulu kemudian muncul rantai infeksi di antara masyarakat di sekitar pasar.
"Di sebuah kota yang luasnya lebih dari 3.000 mil persegi (7.770 km persegi), area dengan kemungkinan tertinggi yang rumahnya terdapat seseorang terkena kasus awal Covid-19 di dunia adalah area dengan beberapa blok kota, dengan pasar Huanan di tengah-tengahnya," ujar Prof Worobey.
Berdasarkan penelitian sampel cairan dari saluran air dan kios di pasar, semuanya menunjukkan positif terkena virus. Salah satu peneliti yang terlibat, Profesor David Robertson dari University of Glasgow mengatakan sampel dengan positif Covid-19 itu berasal dari klaster sebelah barat daya pasar.
"Dan itu adalah lokasi yang kita laporkan sebagai tempat penjualan anjing rakun," ujarnya.
"Jadi kami mendapat konfirmasi bahwa hewan yang sekarang kami ketahui rentan (terhadap virus Sars-Cov-2) dijual di sana pada akhir 2019," imbuhnya.