Pentingnya Flash Warning bagi Film dengan Efek Cahaya Berlebihan

Indotnesia Suara.Com
Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:34 WIB
Pentingnya Flash Warning bagi Film dengan Efek Cahaya Berlebihan
Ilustrasi seseorang menonton film di bioskop. (Freepik/frimufilms)

Indotnesia - Film Pengabdi Setan 2: Communion yang tayang 4 Agustus 2022 telah menarik banyak penonton. Terlepas dari kesuksesan, film garapan Joko Anwar ini juga menuai keluhan dari penontonnya. 

Banyak penonton yang mengaku pusing dan mual lantaran efek cahaya yang digunakan dalam film tersebut.

“Soalnya gue sakit kepala.. Like gak lebay, beneran gue abis beberapa menit langsung puyeng/pusing pas adegan sekte-sekte di final act film ini,” tulis warganet Twitter.

“Parade flashing light jadi elemen paling ganggu di film ini. Bikin pusing dan mual. Gak bikin takut, malah bikin puyeng,” warganet lain.

Masalah itu kemudian menjadi konsen salah satu komunitas penggemar film Cinefoxx ID menuntut sutradara dan pihak bioskop untuk menambahkan flash warning dalam film ini.

Menurutnya, efek lampu kelap-kelip yang digunakan terlalu berlebihan dan mengganggu. Bahkan, berawal dari Cinefoxx ID kemudian muncul petisi untuk di laman Change.org (8/8/2022) untuk menambahkan peringatan efek cahaya atau flash warning bagi para penonton.

Sebenarnya, apa itu flash warning dan apa pentingannya?

Mengutip dari Suara.com flash warning adalah peringatan pemakaian flashing lights atau cahaya yang berkedip pada sebuah film yang dipasang oleh pihak pembuat film maupun pihak yang menayangkan.. Lalu, apa pentingnya ada flash warming?

Cahaya berkedip yang berlebihan dalam sebuah film dapat membuat seseorang menjadi pusing, mual, kejang-kejang bahkan lebih parah bisa epilepsi. Orang yang sensitif terhadap cahaya seperti ini disebut photosensitive.

Baca Juga: Buruan! IKM di Jogja Gratis Daftarkan Merek Usaha ke HKI, Begini Syaratnya

Menurut laman Epilepsy Society, efek lampu berkedip atau berpola  dapat membuat seseorang dengan atau tanpa epilepsi merasa disorientasi, tidak nyaman atau tidak sehat. Ini tidak berarti mereka memiliki epilepsi photosensitive. Biar begitu, penyakit ini bukan kejadian umum.

Karena itu, flash warning sangat penting untuk ditampilkan guna membuat penonton waspada, bersiap dan dapat mengantisipasi efek yang mungkin ditimbulkan.

Terkait masalah peringatan pemakaian flashing lights, pihak Rapi Films dan Joko Anwar sudah menambahkan flash warning di filmnya dan bioskop yang menayangkan film Pengabdi Setan 2: Communion. 

“Mohon perhatian. Film Pengabdi Setan 2: Communion menggunakan efek lampu flash dan strobo yang dapat menimbulkan kekambuhan pada penderita epilepsi photosensitiv,” isi peringatan di bioskop.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI