Indotnesia - Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Perinkopukm) Kota Yogyakarta bersama dengan Pusat HKI Universitas Islam Indonesia (UII) memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi para Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jogja.
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak atas kekayaan intelektual. Kekayaan Intelektual (KI) atau kekayaan tak benda memuat kreasi dari intelektualitas seseorang atau kelompok orang. HAKI dapat berupa hak cipta, merek dagang, paten, karya seni, atau rahasia dagang.
Mengutip Antara, kegiatan ini menjadi fasilitasi pendaftaran HKI yang pertama kali dilakukan di Jogja sebagai tindak lanjut dari Program Kelas Pelatihan HKI pada tahun lalu.
“Kegiatan ini baru pertama kali kami lakukan. Kami bekerja sama dengans alah satu pusat studi salah satu Universitas di Yogyakarta,” ujar Kepala Bidang Perinkopukm DIY dikutip dari Antara pada Rabu (10/8/2022).
Tujuan kegiatan sebagai salah satu upaya perlindungan produk yang dilakukan tidak hanya soal pembiayaan, tetapi juga persiapan aspek dan berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran.
Mengutip dari laman Perinkopukm Jogja, bagi para IKM yang ingin mendapatkan fasilitas pendaftaran HKI secara gratis ada tiga persyaratan, yaitu:
1. Industri Kecil dan Menengah(IKM) beroperasi di wilayah Kota Yogyakarta
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik merek di Yogyakarta
3. Memiliki logo merek usaha
Baca Juga: Akhir Kasus Paksa Jilbab di SMAN 1 Banguntapan, Pihak Sekolah Tetap Kena Sanksi
Sementara, pendaftaran HKI khusus IKM binaan dari Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta bisa ikut dengan 2 syarat, yaitu:
1. Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Yogyakarta
Bagi pelaku usaha yang ingin mendaftar dapat mencari informasi di laman web atau Instagram Perinkopukm Jogja. Di sana akan ada kontak yang bisa dihubungi terkait informasi pendaftaran.
“Harapannya, seluruh pelaku IKM di Yogyakarta memiliki merek yang sudah terdaftar. Beberapa pelaku usaha sudah mendaftarkan merek mereka, khususnya pelaku usaha besar,” tandasnya.
Namun, fasilitas pendaftaran HKI ini memiliki kuota yang terbatas, yaitu hanya untuk 50 IKM pada bulan Agustus 2022. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha yang berminat agar segera mendaftarkan merek usahanya. Apalagi, jika mengurus langsung bisa merogoh kocek sekitar Rp500.000.
Selain itu, manfaat mendaftarkan merek ke HKI seseorang dapat menggunakan, menggandakan, atau mendistribusikan kekayaan intelektual itu dan memungkinkan mendapat manfaat insentif ekonomi bagi penciptanya.