Indotnesia - Beberapa bulan lalu, sebuah rekaman video yang diunggah oleh akun TikTok @samosir45 memperlihatkan rombongan ikan red devil di perairan Danau Toba sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, segerombolan ikan red devil terlihat sangat agresif saat menyerbu satu ekor ikan warna hitam yang tak bergerak. Berdasarkan narasi dalam video, ikan tersebut terlihat semakin mendominasi perairan Danau Toba hingga mengancam keberadaan biota di sekitarnya.
Bukan termasuk ikan asli perairan Danau Toba, berikut ini 5 fakta ikan red devil yang terkenal agresif dan sekilas seperti ikan mas.
Fakta Ikan Red Devil
1. Memiliki Warna Coklat, Putih hingga Merah
Meski dijuluki sebagai red devil atau setan merah, ikan ini ternyata tidak hanya memiliki satu warna, tetapi juga warna lain diantaranya abu-abu, coklat, putih, merah muda, dan kuning.
2. Berasal dari Nikaragua, Amerika Tengah
Ikan red devil memiliki nama ilmiah Amphilophus labiatus yang termasuk dalam jenis ikan lou han. Meski bisa hidup di Indonesia, ikan ini aslinya berasal dari perairan Nikaragua, Amerika Tengah.
Di tempat asalnya, ikan yang mampu bertahan hidup selama 10-12 tahun ini tersebar di Danau Nikaragua, Danau Managua, dan Danau Xiloa.
Baca Juga: Ditikam di New York, Ini Profil Penulis Salman Rushdie yang Hina Nabi Muhammad
3. Termasuk Ikan Agresif
Julukan red devil disematkan pada ikan ini karena perilakunya yang agresif dan kerap membuat masalah dengan ikan lain.
Ikan red devil dikenal gemar mengejar ikan lain, menggigit ekor hingga membunuhnya. Perilaku ganasnya itu menjadi alasan utama para kolektor ikan hias untuk menempatkannya di wadah terpisah dari spesies lain.
4. Mudah Berkembang Biak
Ikan asal Amerika Tengah ini dikenal mudah berkembang biak karena dapat menghasilkan ribuan telur dan mampu bertelur sepanjang taun.
Ikan red devil masuk kategori omnivora-karnivora yang memanfaatkan ikan sebagai makanan utamanya. Oleh karena itu, ikan ini mampu mendesak perkembangan jenis ikan lain dalam sebuah ekosistem perairan.