Kurang Tidur Bisa Mematikan
Belum ada catatan tentang seseorang dapat meninggal dunia karena kurang tidur. Meski secara teori, hal tersebut mungkin terjadi, namun ilmuwan memastikan tidak mungkin.
Ada sebuah eksperimen kurang tidur yang ekstrem tapi tidak berakhir fatal. Kasus Randy Gardner pada 1965 membuat remaja usia 16 tahun itu tetap terjaga selama 11 hari 24 jam atau stara 264,4 jam.
Dia diawasi secara ketat oleh rekan-rekan mahasiswa dan pakar tidur. Meski gejala akibat kurang tidurnya kian memburuk, nyatanya ia berhasil selamat.
Gejala yang dialami Gardner, misalnya merasa sulit fokus pada hari kedua tanpa tidur. Pada hari keempat, ia menjadi mudah tersinggung dan tidak kooperatif, bahkan ia berhalusinasi dan delusi.
Pada hari keenam, bicaranya semakin melambat. Sepekan tidak tidur, ingatannya memburuk. Paranoia muncul pada hari ke-10. Pada hari ke-11, ekspresi wajah dan nada suaranya menjadi datar, serta daya ingatnya berkurang signifikan.