Ratusan Anak Indonesia Terkena Gagal Ginjal Misterius, Kenali Gejalanya

Indotnesia

Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:01 WIB
Ratusan Anak Indonesia Terkena Gagal Ginjal Misterius, Kenali Gejalanya
IDAI melaporkan 131 anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut misterius. (Freepik/rawpixel.com)

Indotnesia - Kabar mengejutkan datang dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang melaporkan sebanyak 131 anak di Indonesia terkena gagal ginjal akut misterius atau acute kidney injury of unknown origin, Selasa (11/10/2022).

"Data per 10 Oktober yang masuk, ini tentu tidak representative seluruh Indonesia, data yang melaporkan ke IDAI 131 kasus. Tentu saja Ini menimbulkan kewaspadaan untuk kita semua karena kasus ini sebabnya mirip dengan hepatitis misterius," kata Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K)., dalam konferensi pers virtual, seperti dikutip dari Suara.com.

Jumlah tersebut merupakan total dari 14 provinsi yang tercatat sejak Januari hingga 10 Oktober 2022. Adapun tren kasus sempat tinggi pada September lalu dan mulai mengalami penurunan pada Oktober ini.

Terkait penyebab, dokter Piprim menyatakan belum dapat memastikan.  Pasalnya, penyakit ginjal biasanya terjadi karena ada masalah ginjal bawaan, tetapi pada pasien anak dalam kasus ini awalnya memiliki ginjal normal.

"Sebagai gambaran, anak-anak yang mengalami penyakit ginjal biasanya ada masalah ginjal bawaan. Tapi pada pasien ini, ginjal awalnya normal. Jadi bukan sesuatu kelainan bawaan. Apakah ini terkait dengan obat-obatan batuk, pilek, atau lainnya? Ini masih hal yang perlu kita dalami lebih lanjut. Yang jelas angka kematiannya cukup tinggi. Orang tua tetap waspada, cuma tidak panik berlebihan," jelasnya.

Berdasarkan data IDAI, mayoritas anak yang terkena penyakit gangguan ginjal akut misterius masih berusia balita di bawah 2 tahun dan beberapa anak berusia belasan tahun.

Dilansir dari Suara.com, adapun gejala khusus yang dialami anak-anak saat terkena gagal ginjal misterius, yaitu:

1. Tidak Bisa Buang Air Kecil

Menurut keterangan dr.Piprim, gejala batuk, pilek, diare maupun muntah sebenarnya merupakan gejala infeksi yang umum terjadi.

baca juga

Sementara dalam kasus gagal ginjal akut misterius, gejala infeksi tersebut justru diikuti gejala tidak bisa buang air kecil setelah 3-5 hari.

2. Kerusakan Fungsi Organ Tidak Hanya Terjadi di Ginjal

Gejala klinis dari pasien gagal ginjal akut misterius tidak hanya terjadi kerusakan fungsi di ginjal, tetapi juga mengalami peradangan di banyak organ.

Salah satu tanda-tanda peradangan dari penyakit tersebut terlihat di bagian organ hati. 

Kemudian, ada pula gangguan pada sistem darah, seperti kekentalan atau penggumpalan yang berlebihan.

3. Tidak Ada Sumbatan Pada Saluran Kencing

Gagal ginjal pada umumnya menyebabkan sumbatan pada saluran kencing, sehingga membuat pasien tidak bisa buang air kecil.

Berbeda dari kasus pada umumnya, penyebab tidak buang air kecil pada anak-anak penderita gagal ginjal misterius ini justru terjadi karena memang organ ginjal tidak memproduksi air kencing sama sekali.

Hal itu mengakibatkan tidak ada air kencing yang bisa dikeluarkan, meskipun salurannya tidak tersumbat.

4. Penyebab Bukan Karena Infeksi Virus Tertentu

Menurut Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr. Eka Laksmi Hidayati, SpA(K)., penyakit gagal ginjal akut misterius belum dapat disimpulkan apakah penyebabnya berasal dari satu virus.

Pasalnya, pada pemeriksaan pasien anak penderita penyakit tersebut, tidak didapatkan infeksi virus yang seragam.

5. Peluang Kesembuhan yang Berbeda Pada Tiap Anak

Dalam kasus penyakit gagal ginjal akut misterius, dokter Eka menjelaskan bahwa ada sejumlah pasien yang sembuh total dan ginjalnya berfungsi kembali.

Tetapi, ada pula pasien anak yang harus melakukan cuci darah karena ginjal yang tidak kunjung memproduksi urine selama menjalani perawatan.

Selama penanganan pasien kasus tersebut, dilakukan terapi obat atau cairan untuk merangsang produksi urine. Sedangkan apabila pasien tetap tidak mengeluarkan urine, maka akan dilakukan cuci darah hemodialisis.

Termasuk sebagai salah satu penyakit dengan penyebab yang masih misterius, penanganan lebih dini harus diperhatikan oleh para orang tua.

Orang tua diharapkan untuk tidak mengabaikan volume buang air kecil anak yang tiba-tiba berkurang drastis. Apalagi jika sebelumnya anak mengalami gejala batuk, pilek, panas, diare, hingga muntah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius Tidak Boleh Banyak Minum, Ini Alasannya

Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius Tidak Boleh Banyak Minum, Ini Alasannya

Health | Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:29 WIB

Waduh! IDAI Ungkap 131 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius, Gara-Gara Covid-19?

Waduh! IDAI Ungkap 131 Anak Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius, Gara-Gara Covid-19?

Health | Selasa, 11 Oktober 2022 | 21:05 WIB

Kemenkes dan IDAI Bantah Keterkaitan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Begini Alasannya

Kemenkes dan IDAI Bantah Keterkaitan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19, Begini Alasannya

Indotnesia | Sabtu, 07 Mei 2022 | 15:14 WIB

Terkini

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Mengantuk Sekejap, Pikap L300 Terjun Bebas ke Sungai di Blitar

Jatim | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×