Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius Tidak Boleh Banyak Minum, Ini Alasannya

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 12 Oktober 2022 | 15:29 WIB
Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius Tidak Boleh Banyak Minum, Ini Alasannya
Ilustrasi gangguan ginjal akut misterius. (Freepik)

Suara.com - Penyakit gangguan ginjal akut misterius yang belum diketahui penyebabnya tengah mengancam anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat laporan ada 131 anak di 14 provinsi yang telah mengidap sakit misterius tersebuk sejak Januari sampai Oktober 2022.

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K)., mengatakan kalau seluruh pasien anak tersebut alami masalah tidak buang air kecil saat dibawa berobat ke rumah sakit.

Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]
Ilustrasi gangguan ginjal akut misterius. [shutterstock]

Tetapi, hasil tes menunjukan kalau tubuhnya juga tidak alami kekurangan cairan. Sehingga, pasien anak-anak tersebut tidak boleh diberikan banyak minum selama jalani perawatan.

"Pada AKI (acute kidney injury) yang berbeda ini, kondisinya kita tidak melihat ada kehilangan cairan yang berlebihan. Maka tidak disarankan untuk memberikan cairan berlebihan. Tapi disarankan untuk segera ke rumah sakit untuk diberikan terapi obat, dipantau, kemudian bila tidak berhasil harus melakukan cuci darah," jelas dokter Eka saat konferensi pers virtual, Selasa (11/10/2022).

Alasan anak-anak itu tidak boleh banyak minum agar cairan dalam tubuhnya tetap seimbang. Dokter Eka menjelaskan, selama tidak ada urine yang keluar, kemungkinan masih terjadi penumpukan cairan dalam tubuh.

"Memang kami memantau anak-anak ini di ruang rawat intensif. Umumnya ketika awal masuk rumah sakit memang mereka jadinya puasa, karena kami harus mengendalikan cairan. Kami memang tidak terlalu banyak memberikan karena harus ada keseimbangan karena tidak ada yang keluar dari urine," paparnya.

Untuk memulihkan fungsi ginjal agar kembali memproduksi urine, dokter akan memberikan obat. Tetapi, apabila cara tersebut tidak juga ampuh, kata dokter Eka, maka pasien harus menjalani cuci darah.

Kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak-anak itu sebenarmya telah terjadi sejak awal 2022. IDAI mencatat kalau puncak kasus terjadi pada periode Agustus-September, dengan jumlah kasus baru dalam dua bulan mencapai 100 anak.

baca juga

Anak-anak yang lebih dulu terkena penyakit tersebut pada awal tahun, beberapa di antaranya sudah berhasil sembuh total dengan fungsi ginjal kembali seperti semula.

Hanya saja, dokter Eka mengungkapan kalau masa itu juga angka kematian cukup tinggi.

"Memang di Januari sampai Juli, angka kematian mungkin kita harus katakan 30 persen. Tetapi yang bertahan bisa pulang itu semua tidak mengalami gagal ginjal kronik, jadi tidak ada yang memerlukan cuci darah berkelanjutan. Sementara untuk yang periode September memang ada pasien yang sudah pulang, tapi masih cuci darah," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Jangan Tunggu Sampai Cuci Darah, Ini Cara Mudah Deteksi Kerusakan Ginjal Sejak Dini

Jangan Tunggu Sampai Cuci Darah, Ini Cara Mudah Deteksi Kerusakan Ginjal Sejak Dini

Health | Rabu, 02 September 2026 | 18:53 WIB

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Tak Selalu Operasi Besar, Ini Teknologi Modern untuk Mengatasi Batu Ginjal

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Kanker Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi, Penanganannya Kini Lebih Personal

Health | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Health | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:39 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Konten Kreator Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal

Konten Kreator Aa Juju Nekat Mau Jalan-jalan ke Perbatasan Kamboja yang Identik Perdagangan Ginjal

Video | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:00 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Terkini

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:42 WIB

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

Kasus Karhutla: 138 Orang Ditetapkan Tersangka, 68 Perusahaan Disegel!

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:38 WIB

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:22 WIB

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Prabowo Minta Kemenkeu-Danantara Kolaborasi Jaga Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:20 WIB

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Biaya Logistik dan Jalur Air Lumpuh, Sektor Ekspor Tertatih-tatih Tahan Laju

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 20:19 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Air dalam Tabung Horizontal yang Terisi Sebagian?

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 20:10 WIB

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

Titi Anggraini dan Bivitri Jadi Ahli di Sidang PHPU Ijazah Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 20:09 WIB

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Gagal Kencan Gegara Wajah Tak Sesuai di MiChat, Pria Pekanbaru Jadi Korban Pemerasan

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 20:06 WIB

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Two Way Cake Marina Sudah Ada SPF? Ini Kandungan, Pilihan Shade, dan Ulasannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:05 WIB

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Review Novel Resign!: Saat Keluar dari Kantor Jadi Sebuah Taruhan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 20:00 WIB

×