Indotnesia - Artis ternama Indonesia Vino G. Bastian memberikan komentar terkait pertandingan bola yang dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) PSSI Iwan Bule dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Lewat akun Twitter pribadinya @VinoGBastian_, aktor 40 tahun itu me-retweet sebuah unggahan berita pertemuan kedua orang penting tersebut dan menyematkan komentar.
“Dibanding main bola bareng, lebih baik main ke rumah korban tragedi kanjuruhan bareng2. Mereka lebih penting,” tulisnya, Rabu (19/10/2022).
Cuitan tersebut lantas banjir komentar warganet yang mengaku setuju dengan pendapat Vino. Pasalnya, kegiatan main bola itu juga membuat agenda pemeriksaan Ketum PSSI terkait Tragedi Kanjuruhan berubah jadwal.
“Bang jarot dari naga hitam udh bersuaraaaaa,” tulis akun @Muhammad_Adam24
“Bener mas Djarot. Semoga naga hitam turun tangan,” tulis akun @saputangantoko.
“Say it louder Mas Vino!,” tulis akun @baummustholahul.
![Cuitan Vino G. Bastian mengomentari agenda main bola Ketum PSSI dan Presiden FIFA. [Twitter/VinoGBastian__]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2022/10/19/1-cuitan-vino-3.jpg)
Semula, Iwan Bule telah mendapat panggilan pemeriksaan oleh kepolisian pada Selasa (18/10/2022), tetapi ia batal diperiksa lantaran PSSI kedatangan Presiden FIFA guna membahas terkait transformasi sepak bola Indonesia.
Diketahui, masyarakat hingga kini menuntut pertanggung jawaban Iwan Bule sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Indonesia dalam Tragedi Kanjuruhan yang telah menewaskan ratusan suporter Arema.
Baca Juga: Ketika Anime One Piece Bikin Mahasiswa Ini Raih Gelar Sarjana Teologi
Bahkan, di media sosial banyak warganet yang menuntut agar purnawirawan perwira tinggi Polri itu turun dari jabatannya sebagai Ketum PSSI.
Disisi lain, unggahan akun Twitter resmi PSSI yang memperlihatkan keseruan pertandingan bola antara Presiden FIFA dan Ketum PSSI juga dibanjiri komentar warganet yang merasa tidak semestinya dilakukan, karena penyebab Tragedi Kanjuruhan masih dalam proses penyelidikan.
“Kalimat postingan sdh diedit mimin, tapi tetep saja dari sisi kepatutan saya nggak sreg,” tulis akun @WidyoLita.
“Potret tidak punya empati. Saat bertambahnya jumlah suporter yang meninggal justru yg dilakukan federasi adalah kegiatan bersenang senang. Memalukan,” tulis akun @emerson_yuntho.