Indotnesia - Belum lama ini publik heboh dengan viralnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Sulawesi Selatan, yang berhasil meraih gelar sarjana teologi setelah meneliti tentang anime One Piece.
Mahasiswa bernama Faldy Ekal Tappy itu melakukan penelitian skripsi dengan mempelajari hubungan antara kelompok bajak laut dalam serial anime tersebut dengan bidang keilmuan teologi Kristen.
Adapun judul skripsi yang diajukan oleh pemuda 23 tahun tersebut yaitu “Eklesiologi Trinitaris One Piece: Telaah terhadap Relasi Kelompok Bajak Laut Topi Jerami dalam Anime One Piece berdasarkan Pemikiran John D. Zizioulas dalam ‘The One’ dan ‘The Many’.
Faldy menjelaskan, alasannya memilih serial tersebut karena dalam adegannya memperlihatkan keberagaman komunitas persekutuan yang mencakup ras, suku, dan bangsa.
Menurutnya, hal tersebut seharusnya juga dapat diterapkan di gereja agar bisa membentuk persekutuan yang utuh.
Lebih lanjut, Faldy juga sempat menceritakan awal mula ia terinspirasi untuk mengangkat serial anime One Piece sebagai objek penelitian setelah melihat salah satu temannya di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) yang meneliti tentang film Batman.
Dari situ, pria yang telah diwisuda sejak Maret 2022 itu mencoba untuk mengangkat anime One Piece sebagai bahan penelitian.
Selain itu, ketertarikannya untuk meneliti serial anime ciptaan Eiichiro Oda itu juga tak lepas dari kegemarannya melihat kisah Luffy dan kawan-kawannya tersebut.
Mahasiswa angkatan 2018 itu juga mengamati bahwa anime One Piece saat ini telah menjadi budaya populer karena jumlah memiliki banyak penggemar.
Baca Juga: Hindari Penggunaan Paracetamol Sirup, Begini Saran IDAI Kalau Anak Flu
Tak hanya itu, Faldy juga mengungkap dalam serial tersebut setiap karakter One Piece sebenarnya memberikan sebuah tawaran baru bagi penonton, yaitu tentang menyadari kembali peran masing-masing pribadi dalam komunitas.
Ia menjelaskan, peran tersebut dimulai dengan menyadari berbagai bentuk penerimaan dan saling memahami.
Setelah itu, setiap pribadi berpartisipasi dalam hubungan interaksi komunitas mereka, untuk kemudian melangkah dan mengarungi lautan tantangan yang ada dalam mencapai tujuan dengan ikatan kasih serta keceriaan.