Indotnesia - Drama Korea atau drakor Under The Queen’s Umbrella mulai tayang pada Sabtu (15/10/2022) di Netflix. Drakor tentang kerajaan ini berhasil menarik perhatian publik karena memiliki alur cerita unik yang tak biasa, yaitu berfokus pada isu-isu pendidikan.
Umumnya, drakor tentang kerajaan atau dikenal sebagai drama sageuk akan cenderung bercerita tentang peperangan dan pembunuhan. Sedangkan pada Under The Queen’s Umbrella, mengusung tema konflik politik yang penuh emosi.
Drama ini dibintangi oleh sejumlah artis muda maupun senior kenamaan, di antaranya Kim Hye Soo sebagai bintang utama, Kim Hae Sook, dan Choi Won Young.
Penasaran dengan alur ceritanya? Simak sinopsis Under The Queen’s Umbrella di bawah ini.
Sinopsis Drakor Under The Queen’s Umbrella
Drakor Under The Queen’s Umbrella mengusung latar pada masa Dinasti Joseon yang menceritakan tentang Ratu Im Hwa Ryeong (Kim Hye Soo) dalam mempertahankan posisi anaknya yang diperankan oleh Bae In Hyuk sebagai Putra Mahkota.
Pasalnya, calon penerus raja itu diketahui mengidap penyakit misterius yang dapat membuat posisinya sebagai Putra Mahkota ditangguhkan.
Selain itu, Ratu Im Hwa Ryeong juga memiliki empat putra lainnya yang dikenal sebagai biang kerok hingga diragukan kepemimpinannya oleh sejumlah orang di Istana, termasuk Ibu Suri Choi.
Anak-anak ratu yang dijuluki sebagai Pangeran Agung itu kemudian dilatih untuk menjadi sosok pangeran gagah yang dapat memenuhi ekspektasi publik oleh sang ratu.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Kucing Oren Begitu Spesial Menurut Sains
Hal itu dilakukan untuk bertahan agar niat Ibu Suri menggulingkan Putra Mahkota mampu untuk dilawan.
Ibu Suri ingin menggeser posisi Putra Mahkota digantikan dengan pangeran dari anak-anak selir yang juga dimiliki oleh raja.
Konflik akan semakin memanas ketika ratu harus bersaing dengan para selir agar bisa mempertahankan posisi putra sulungnya yang sakit itu tetap menjadi Putra Mahkota.
Meski diisi dengan berbagai konflik internal keluarga, drakor ini menyuguhkan bumbu komedi terutama saat sang ratu mencoba untuk melatih anak-anaknya menjadi pangeran yang lebih disiplin dan berwibawa.
Hal itu semakin diperparah dengan beragam konflik yang dimiliki antara ratu dan Ibu Suri dalam memilih penerus tahta kepemimpinan raja.
Sisi kemanusiaan Ratu Im Hwa Ryeong juga diperlihatkan dengan berbagai emosi apik saat dirinya mencoba memahami dan menerima setiap perbedaan yang dimiliki pada masing-masing putranya.