Sayangnya, Toga Sidabutar meninggal saat istrinya sedang hamil sang anak.
Berdasarkan tradisi manghabia, istri yang ditinggal meninggal dunia oleh suami dan memiliki adik laki-laki belum menikah, maka istri tersebut akan dikawinkan dengan adik laki-laki suaminya.
Dalam cerita keluarga Toga Sidabutar juga demikian, sang istri dinikahkan dengan adiknya sebagai putra kedua Guru Sitindion.
Saat hamil anak ke-2, boru Pandiangan juga harus kembali kehilangan suaminya. Anak tersebut kemudian diberi nama Raja Sijabat.
Nasib yang sama juga dengan kedua abangnya juga dialami oleh Toga Siadari yang meninggal saat istri abangnya tengah hamil anak ke-3 dan diberi nama Raja Siadari.
Putra bungsu Guru Sitindion, Toga Sidabalok lantas mengawini boru Pandiangan sekaligus mengasuh anak abang-abangnya yang telah meninggal dunia.
Pernikahan Toga Sidabalok dan boru Pandiangan juga dikaruniai satu putra yang diberi nama Raja Sidabalok.
Anak-anak dari boru Pandiangan yang terdiri dari Raja Sidabutar, Raja Sijabat, Raja Sidari, dan Raja Sidabalok kemudian dijuluki dengan Raja Si Opat Ama, yaitu empat ama (bapak) satu ina (ibu) yang masing-masingnya merupakan putra dari empat laki-laki bersaudara tetapi satu rahim ibu.
Baca Juga: Jadi Pemain Termahal Timnas Spanyol, Siapa Sosok Pedri?