- Menteri PU meminta percepatan pembangunan 252 unit hunian sementara bagi 245 KK terdampak di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
- Hunian sementara harus siap huni secara menyeluruh dengan ketersediaan air bersih, listrik, dan sanitasi sebelum ditempati.
- Pembangunan menggunakan konstruksi modular dengan target selesai sebelum Ramadan, dilanjutkan hunian tetap oleh Kementerian PKP.
Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta percepatan pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana agar warga dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan memenuhi kebutuhan dasar.
Dody mengatakan, percepatan pembangunan hunian harus diiringi dengan kesiapan sarana pendukung. Menurutnya, rumah hunian tidak sekadar berdiri secara fisik, tetapi juga harus benar-benar siap dihuni oleh masyarakat terdampak.
“Hunian harus siap secara menyeluruh. Air bersih tidak boleh menjadi persoalan ketika masyarakat mulai menempati. Sanitasi, termasuk listrik, harus dipastikan berfungsi sebelum hunian dihuni,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Di lokasi tersebut, Kementerian PU membangun sebanyak 252 unit hunian sementara. Bangunan tersebut disusun dalam 21 blok modular, dengan masing-masing blok terdiri dari 12 unit hunian.
Hunian sementara ini diperuntukkan bagi sekitar 245 kepala keluarga terdampak bencana atau kurang lebih 1.800 jiwa.
Adapun pengaturan dan penetapan calon penghuni sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat.
Pembangunan hunian dilakukan di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare dari total lahan tersedia yang mencapai kurang lebih 16,8 hektare. Sementara itu, sisa lahan direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut untuk pembangunan hunian tetap.
Pembangunan hunian tetap tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bagian dari penanganan jangka menengah dan panjang pascabencana di wilayah Tapanuli Selatan.
Dari sisi teknis, hunian sementara dibangun menggunakan sistem konstruksi modular guna mempercepat waktu pengerjaan di lapangan. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dan baja CNP, dengan dinding sandwich panel, penutup atap metal, serta lantai GRC yang dilengkapi finishing vinyl.
Setiap unit hunian dirancang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang memadai. Desain tersebut ditujukan untuk menjaga kenyamanan penghuni selama masa tinggal di hunian sementara.
Selain itu, setiap blok modular dilengkapi fasilitas sanitasi komunal berupa enam unit toilet dan enam unit shower. Fasilitas tersebut terdiri atas tiga toilet dan shower untuk perempuan serta tiga toilet dan shower untuk laki-laki.
Baca Juga: Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang
Secara keseluruhan, kawasan hunian sementara ini memiliki 126 unit toilet dan 126 unit shower. Di setiap blok juga disediakan dapur bersama untuk mendukung kebutuhan aktivitas harian para penghuni.
Tak hanya hunian, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya masjid, gedung serbaguna, dapur umum, area cuci, ruang komunal, pos jaga, tempat penampungan sementara (TPS), area hijau, taman bermain anak, lapangan olahraga, hingga area parkir.
Pembangunan rumah hunian sementara di Tapanuli Selatan ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan. Dengan target tersebut, masyarakat terdampak diharapkan dapat segera menempati hunian sementara sambil menunggu penyelesaian pembangunan hunian tetap.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan BUMN Karya. Pembangunan juga didukung oleh PLN sebagai penyedia listrik, serta unit-unit teknis lain di lingkungan Kementerian PU untuk penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung lainnya.