Indotnesia - Setiap hari di Kabupaten Bantul, Yogyakarta berpotensi terjadi enam hingga tujuh kasus TBC. Hal itu disampaikan oleh Direktur Sinergi Sehat Indonesia Nurkulis Masjid.
"Setiap harinya ada potensi enam hingga tujuh kasus TBC muncul di Kabupaten Bantul," ungkapnya seperti dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul dalam acara bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul pada, Rabu (21/12/2022).
Berdasarkan laporan dari Januari-November 2022, Dinkes Bantul mencatat ada 1.216 kasus TBC yang terjadi di Bantul. Sementara, dari jumlah tersebut sekitar 50 persen atau sekitar 600 kasus terjadi pada anak-anak.
TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis atau kuman TB. Masalah kesehatan ini dapat menyerang orang dewasa hingga anak-anak.
Melansir laman Kemenkes, Global TB Report 2021 memperkirakan ada 824.000 kasus TBC di Indonesia.
Pasalnya, penyakit ini dapat masuk melalui pernapasan dan menyerang organ tubuh terutama paru-paru. Selain itu, merupakan penyakit infeksi menular dan berbahaya setelah HIV.
Karena itu, TBC menjadi penyakit mematikan yang harus ditangani secara serius. Lantas, melalui apa saja kuman TB dapat menyebar?
Melansir laman RS Sardjito, TBC dapat ditularkan melalui percikan air liur (droplet) dari penderita TBC ketika berbicara, batuk, atau bersin.
Selain itu kuman TB juga bisa tersebar melalui udara. Penderita TBC paru atau tenggorokan dapat menularkannya lewat udara ketika berbicara, batuk, atau bersin. Sementara orang dengan daya tahan yang lebih akan lebih mudah terinfeksi.
TBC juga dapat ditularkan dari interaksi antara penderita dengan orang lain yang berlangsung sering.
Gejala TBC
Menurut Kemenkes, penyakit ini memiliki beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderitanya. Di antaranya:
1. Batuk lebih dari 2 minggu.
2. Mengalami sesak pada pernapasan
3. Berkeringat di malam hari tanpa aktivitas.
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti langkah pencegahan guna meminimalisir penularan TBC.