Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 05 Februari 2026 | 11:37 WIB
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah. (bidik layar video DPR RI)
baca 10 detik
  • Reformasi Polri fokus pada integritas dan profesionalisme, bukan sekadar memindahkan posisi struktural.
  • Penempatan Polri di bawah Presiden adalah keputusan konstitusional sesuai sistem presidensial Indonesia.
  • Reposisi ke kementerian berisiko memperpanjang rantai komando dan memicu intervensi politik sektoral.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, memberikan penegasan terkait arah Reformasi Polri. Ia menyatakan bahwa reformasi kepolisian tidak boleh disempitkan hanya pada persoalan struktural atau reposisi lembaga di bawah kementerian.

Pria yang akrab disapa Abduh ini menjelaskan bahwa keputusan DPR RI bersama Polri untuk tetap menempatkan kepolisian di bawah komando Presiden adalah pilihan konstitusional yang matang. Hal tersebut didasarkan pada kajian mendalam terhadap sistem presidensial dan sejarah ketatanegaraan Indonesia.

"Pilihan itu harus dipahami sebagai keputusan prinsipil tentang bagaimana kekuasaan negara, khususnya di bidang keamanan, dikelola dalam sistem presidensial,” ujar Abduh kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Abduh memaparkan bahwa reformasi sejati telah dirumuskan dalam delapan poin percepatan yang disepakati antara DPR RI dan Polri. Fokus utamanya adalah pembenahan budaya institusi melalui penguatan akuntabilitas, sistem merit, dan transparansi.

"Reformasi dimaknai sebagai kerja jangka panjang untuk membangun integritas dan profesionalisme, bukan sekadar memindahkan posisi institusi dalam bagan birokrasi,” tegasnya.

Terkait desakan reposisi Polri ke bawah kementerian, Abduh menilai narasi tersebut mulai bergeser ke ranah politis dan berisiko mengaburkan esensi reformasi yang sebenarnya. Menanggapi perbandingan dengan negara lain seperti Jepang atau Jerman, ia menekankan bahwa desain kepolisian tidak bersifat universal.

"Keberhasilan kepolisian lebih ditentukan oleh kualitas pengawasan sipil, budaya profesional, dan integritas sistem hukum, bukan oleh posisi struktural semata,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Abduh menyoroti risiko teknis dan politis jika Polri ditempatkan di bawah kementerian. Sebagai negara kepulauan dengan kerawanan sosial yang beragam, Indonesia membutuhkan rantai komando yang cepat. Menempatkan Polri di bawah menteri dianggap berisiko memperpanjang jalur koordinasi serta membuka celah intervensi politik sektoral.

"Kapolri bisa berada dalam posisi dilematis karena harus bertanggung jawab kepada Presiden, tetapi secara administratif berada di bawah menteri. Ini berisiko menimbulkan konflik komando,” jelas Abduh.

baca juga

Ia mengingatkan bahwa variabel kunci dari reformasi Polri adalah penguatan pengawasan serta penegakan disiplin, bukan sekadar perubahan birokrasi.

"Fokus berlebihan pada perubahan struktur justru berisiko mengalihkan perhatian dari persoalan mendasar, yakni penguatan integritas, profesionalisme aparat, serta penegakan etik dan disiplin secara konsisten,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme

Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:34 WIB

Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan

Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:05 WIB

DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh

DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 18:14 WIB

Terkini

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:30 WIB

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Rupiah Loyo, Industri Petrokimia Diversifikasi Bahan Baku dan Kurangi Impor

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Moisturizer Sudah Mengandung SPF, Perlukah Apply Sunscreen Lagi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 10:15 WIB

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

×