Indotnesia - Kisah rumah tangga Norma Rismala telah menjadi perbincangan publik selama beberapa hari terakhir. Dia harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya ketahuan warga selingkuh dengan ibu mertuanya sendiri.
Ibu mertua itu tentu saja adalah ibu kandung Norma. Kini, dia telah resmi berpisah dengan sang suami melalui Putusan Pengadilan Agama Nomor 3390/Pdt.G/2022/PA.Srg.
Dalam pengakuan terbarunya di podcast YouTube Denny Sumargo, ayahnya juga telah bercerai secara agama dengan ibunya, dan kini sedang mengurus perceraian di pengadilan.
Kasus yang tidak biasa ini membuat banyak netizen bersimpati. Mereka menilai keputusan Norma untuk cerai dari sang suami adalah tepat. Perselingkuhan memang menjadi salah satu faktor pemicu keretakan dalam rumah tangga.
Lalu, bagaimana cara menghadapi pasangan yang selingkuh? Berikut selengkapnya, seperti dikutip dari marriage.com:
Luangkan waktu untuk diri sendiri
Meluangkan waktu untuk diri sendiri memungkinkan kamu untuk berpikir jernih dan meluapkan kesedihan atas situasi tersebut.
Kalaupun kamu memutuskan untuk tetap bersama, punya waktu untuk diri sendiri bermanfaat untuk mempertimbangkan beberapa hal seperti apakah kamu bertahan karena situasi bisa membaik, apakah kamu hanya berupaya menghindari kesedihan, atau memang hubungan telah nyaman.
Kumpulkan bukti
Baca Juga: Kehilangan Dompet dan Paspor, Verrel Bramasta Jadi "Gembel" di Jepang
Apakah kamu tahu pasanganmu berselingkuh tapi kamu belum bisa melakukan konfrontasi?
Langkah yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan bukti yang bisa berupa pesan teks, foto, telepon, dan interaksi media sosial. Dengan begitu, kamu bisa menghentikan semua kebohongan pasanganmu yang selingkuh.
Namun bisa jadi, mereka tidak mengaku sama sekali. Yang terpenting, bukti tidak bisa diabaikan.
Tes penyakit menular seksual
Kalau kamu tahu pasanganmu telah berselingkuh dengan seseorang, apakah itu jadi jaminan dia tidak pernah selingkuh sebelumnya?
Cobalah ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes infeksi menular seksual seperti PMS, HIV, dan Hepatitis. Kamu juga harus melindungi diri sendiri bahkan ketika pasanganmu mengaku melakukan hubungan seksual secara aman.
Konfrontasi pasanganmu
Dengan mengkonfrontasi pasanganmu yang berselingkuh, kamu bisa memperjelas segalanya. Memang akan muncul perasaan pengkhianatan, kemarahan, penghinaan, dan sakit hati.
Namun, konfrontasi ini menjadi kesempatan kamu untuk berbicara tentang rencanamu mengakhiri hubungan. Nggak usah menawarkan diri untuk memperbaiki hubungan, biar pasanganmu yang memutuskan untuk mengakhiri perselingkuhannya.
Jangan menyalahkan diri sendiri
Selingkuh adalah tindakan egois di mana seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jadi, jangan menyalahkan dirimu atas tindakan yang dilakukan pasanganmu.
Kalau bisa, coba duduk bersama dan berbicara jujur tentang kebutuhan apa yang selama ini belum terpenuhi. Kalau pasanganmu yang tidak setia itu mengalami depresi, maka seharusnya mereka memberi tahumu dan harus mengakhiri hubungan dengan selingkuhannya.
Jangan memberi batas waktu pada rasa sakit
Sakit adalah sakit. Batas waktu tidak akan mengurangi rasa sakit atau pengkhianatan yang kamu rasakan setelah diselingkuhi. Bersedih adalah proses individu yang membutuhkan waktu.
Putuskan secara tegas
Jika kamu memutuskan mempertahankan hubungan, coba luangkan waktu untuk memikirkan dengan jujur tentang keuntungan dan kerugian dari tetap menjalin hubungan.
Entah ke mana akhirnya, kamu harus benar-benar jujur pada diri sendiri, terutama apakah kamu bisa percaya pada pasanganmu lagi, apakah butuh konseling pernikahan jika memang memilih bertahan, bagaimana dengan anak dan keluarga, dan sebagainya.