- Aktor Guntur Triyoga dibantah telah menikah dengan artis Delia Yasmine, yang bermula dari isu netizen.
- Guntur Triyoga menegaskan istrinya hanya Apris Devita, membantah pernah menikah secara hukum maupun agama dengan Delia.
- Apris Devita mengklarifikasi tidak mengenal Delia Yasmine, meskipun pernah berfoto bersama dalam acara yang dia selenggarakan.
Suara.com - Aktor Guntur Triyoga kembali mendapat kabar tak mengenakkan. Dia digosipkan telah menikah dengan artis Delia Yasmine.
Gosip tersebut ramai dan berawal dari postingan para netizen.
Namun gosip tersebut buru-buru dibantah sang aktor. Istri Apris Devita itu menegaska tak pernah menikah dengan Delia Yasmine.
"Saya enggak pernah menikah dengan dia. Dulu pernah pacaran, tapi itu dulu. Istri saya cuma Apris Devita," kata Guntur Triyoga melalui keterangan resmi.
Selain Guntur sendiri, bantahan juga disampaikan Apris Devita melalui akun TikToknya.
Melalui komentar di salah satu postingannya, Pengusaha klinik kecantikan itu membantah sang suami pernah menikah dengan Delia Yasmine.
"Pada saat saya menikah dengan suami saya, beliau tidak memiliki status pernikahan dengan siapa pun, bahkan belum pernah menikah baik secara hukum maupun agama," kata Apris.
Ibu empat anak ini pun meminta netizen untuk lebih bijak dengan segala gosip yang beredar dan tidak langsung percaya.
"Semoga ke depannya kita semua bisa lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Terima kasih," ujarya.
Baca Juga: Delia Yasmine Kehilangan Banyak Darah Akibat Kecelakaan Mobil di Tol, Bersyukur Bisa Selamat
Di komentar yang lain, Apris Devita menceritakan bagaimana dia awalnya bertemu dengan Delia Yasmine. Momen itu terjadi saat Apris menggelar sebuah acara dan Delia hadir di acara tersebut.
Berikut komentar lengkap dari Apris Devita:
Saya perlu meluruskan bahwa saya tidak mengenal dan tidak pernah memiliki hubungan pertemanan dengan pihak yang disebutkan. Undangan acara tersebut sepenuhnya melalui tim saya kepada Guntur Triyoga. Saya pribadi tidak memiliki komunikasi maupun kedekatan dengan yang bersangkutan.
Pada saat itu, saya mendapat informasi bahwa beliau ingin turut hadir dan bahkan menyampaikan kepada pihak lain seolah-olah mengenal saya. Padahal faktanya, saya tidak pernah berinteraksi sebelumnya.
Di acara grand opening, yang bersangkutan meminta foto bersama. Sebagai tuan rumah, tentu saya menerima siapa pun yang ingin berfoto sebagai bentuk keramahan. Namun sangat disayangkan jika foto tersebut kemudian digunakan untuk membangun opini atau tuduhan yang tidak benar.
Saya berharap setelah klarifikasi ini, tidak ada lagi asumsi yang diarahkan kepada saya. Mari kita sama-sama menjaga etika dan kedewasaan.