Indotnesia - Pernahkah kamu membayangkan buah melon seukuran apel? Yang pasti, lebih simpel kan makannya? Kamu nggak usah repot-repot memakai pisau besar untuk memotongnya.
Peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melahirkan sebuah inovasi bernama melon hikapel. Melon hikapel adalah buah melon yang mirip dengan buah apel.
Melansir situs resmi UGM, inventor hikapel Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono mengatakan kelahiran hikapel berawal dari keluhan emak-emak perkumpulan sosialita di Yogyakarta dan Jakarta tentang melon.
Pada 2011, mereka ditawari hasil riset Prof. Budi yang lain, yakni Melodi Gama 1, 2, dan 3, serta melon GMB an Tacapa. Pada momen tersebut, para ibu itu mengeluhkan berat dan besarnya buah melon pada umumnya.
Bahkan ada juga melon yang berat dan besarnya menyerupai buah semangka jadi nggak praktis dibawa dan dikonsumsi.
"Ribet katanya, selain itu juga tidak habis sekali makan karena besar sehingga harus disimpan di kulkas yang tentunya memakan tempat," ujarnya awal pekan lalu.
Adapun latar belakang pengambilan nama hikapel berasal dari nama putranya pada 2012, bernama Hika. Kemudian lahirlah buah melon hikapel yang disingkat menjadi hikapel. Hikapel dikembangkan dari hasil riset pendanaan RISPRO KPDP Kemenkeu 2015-2017 menjadi sering sebagai handy melon.
![Daging buah hikapel berwarna oranye. [(Situs Resmi UGM)]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2023/01/14/1-hikapel-2.jpeg)
Buah melon itu menyerupai apel dengan berat tidak lebih dari 1 kg.Melon hikapel berukuran 300-800 gram per buah. Meski ukurannya mini, rasa dari melon ini tetap segar dan manis seperti melon-melon lainnya.
Aroma harum juga masih tercium dari buah ini. Dagingnya buahnya berwarna oranye. Prof Budi mengatakan, melon hikapel mengandung senyawa betakaroten yang cukup tinggi dan berguna bagi kesehatan mata, kaya antioksidan, dan vitamin C, serta beberapa mineral lainnya.
Baca Juga: Lagu Baru Shakira yang Mengejek Gerard Pique Pecahkan Rekor YouTube
Kulit melon hikapel memiliki gradasi warna dari krem hingga oranye. Gradasi itu yang menjadi penanda tingkat kematangan buah. Sebenarnya hikapel bisa dikonsumsi ketika kulit buah sudah berwarna krem,
Tapi kalau mau mendapatkan rasa manis yang sempurna, Prof. Budi menyarankan agar mengkonsumsi hikapel yang kulitnya berubah menjadi oranye. Untuk masa tanam, hikapel dapat dipanen pada usia 60 hari, lebih cepat ketimbang masa tanam melon pada umumnya yakni 90 hari.
Terus berapa sih harga melon hikapel?
“Kalau melon Hikapel ini harga jualnya Rp35 ribu per kg-nya di sekitar Jogja. Sedangkan melon pada umumnya per kilogramnya Rp10 ribu. Jadi, nilai ekonominya cukup besar,” kata Prof. Budi.
Kamu bisa menjumpai buah ini di sejumlah swalayan atau retail di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jabodetabek. Prof. Budi menyatakan benih melon ini juga telah siap untuk dipasarkan sebagai benih unggul.