Ibu hamil yang mengalami kenaikan badan berlebih meningkatkan risiko bayi mengalami makrosomia atau lahir lebih dari 4 kg.
Bayi yang lahir dengan berat badan besar memiliki risiko obesitas lebih tinggi saat bertumbuh kembang.
3. Konsumsi Susu Formula Berlebih
Studi terbitan Pediatrics dari Amerika Serikat pada 2016 menemukan bahwa kemungkinan bayi obesitas akibat pemberian susu formula lebih tinggi dibandingkan dengan mendapat ASI eksklusif.
Adapun alasan susu formula lebih berisiko menyebabkan obesitas pada bayi usia 0-6 bulan salah satunya karena pemberian susu formula dibuat berdasarkan sesuai jadwal, bukan sinyal rasa lapar bayi.
Untuk lebih memahami obesitas pada bayi, berikut ciri-ciri yang perlu orang tua ketahui:
- Banyak lipatan-lipatan tebal pada tubuh.
- Pertumbuhan berat badan pada bayi yang naik drastis.
- Cenderung sering terbangun saat tidur atau susah tidur.
Baca Juga: Profil Lee Do Hyun, Lawan Main Song Hye Kyo dalam Drakor The Glory
- Perubahan bentuk pada bagian tubuh tertentu.
Selain itu, cara untuk mengatasi obesitas pada bayi dapat dilakukan dengan hal-hal di bawah ini:
- Memulai hidup sehat sejak hamil dengan menerapkan pola konsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, dan rutin melakukan pemeriksaan antenatal care setiap bulan untuk memantau berat badan bayi.
- Kenali tanda bayi kenyang dan sinyal lapar saat akan memberikan susu formula.
- Hindari MPASI terlalu cepat.
- Ajak anak aktif bergerak.