Indotnesia - Bulan Ramadhan 1444 H akan segera berakhir dan telah memasuki 10 malam terakhir sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Dalam 10 malam terakhir Ramadhan, biasanya sejumlah umat muslim lebih giat dalam beribadah untuk mendapatkan satu malam lailatul qadr yang digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Selain itu, satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan ini memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk meraihnya.
Untuk lebih memahami tentang makna lailatul qadar dan amalan apa saja yang dapat dilakukan agar dapat meraihnya, simak penjelasannya di bawah ini.
Makna Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam diturunkannya ayat pertama dalam Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara malaikat Jibril.
Pada malam ini, Allah juga telah mengatur dan menetapkan perjalanan sekaligus tugas Nabi Muhammad dalam menyebarkan serta mengajak umatnya untuk berada di jalan yang benar.
Dalam qur’an surat Al-Qadar ayat 5, juga disebutkan bahwa lailatul qadar merupakan malam penuh kesejahteraan.
(5)
Baca Juga: Mengenal Boy grup K-Pop Xodiac, Ada Zayyan dari Indonesia!
Salamun hiya hatta matlail fajr
Artinya: Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Sebagai malam yang mulia, lailatul qadar menyimpan keutamaan seperti dosa-dosa yang telah lalu diampuni, dikabulkannya doa-doa, hingga kehidupan yang diberkahi.
Maka dari itu, setiap muslim dianjurkan untuk meraih lailatul qadar dengan melakukan amalan-amalan baik, karena ibadah maupun perbuatan baik di malam tersebut akan diganjar oleh Allah SWT dengan balasan yang setara 1000 bulan atau 83,3 tahun.
Pada dasarnya, untuk meraih lailatul qadar dibutuhkan usaha giat dalam beribadah di 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan seperti yang dianjurkan Rasulullah.
Pasalnya, tidak ada yang mengetahui kapan lailatul qadar terjadi, sehingga umat muslim dianjurkan beribadah sejak malam pertama hingga malam terakhir di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.