Indotnesia - Cuaca panas tidak hanya dirasakan oleh manusia, tapi juga hewan peliharaan termasuk kucing. Pada dasarnya, dehidrasi pada kucing karena kehilangan cairan yang berlebihan.
Bukan hanya karena nggak cukup air, kucing yang dehidrasi juga kehilangan beberapa mineral penting dalam tubuh mereka seperti klorida, natrium, dan kalium. Seperti halnya manusia, air sangat penting bagi kesehatan kucing.
Air membantu menjaga kesehatan kucing dan mengganti cairan yang hilang melalui urin dan feses. Kalau nggak segera diobati, dehidrasi bisa menyebabkan masalah medis parah pada kucing.
Lalu, apa saja tanda-tanda kucing mengalami dehidrasi?
Mengutip PetMD, langkah pertama untuk mengetahui kucing kamu mengalami dehidrasi adalah dengan memeriksa gusi mereka. Seperti manusia, gusi kucing seharusnya basah dan berlendir.
Tapi kalau gusi kering saat disentuh dan tampak sedikit lengket, kemungkinan kucing kamu mengalami dehidrasi.
Cara kedua dengan mencubit kulit mereka. Tapi cara ini hanya berlaku pada kucing yang masih muda dan sehat karena kulit mereka masih elastis. Coba cubit lembut kulit kucing di atas tulang belikatnya kemudian lepaskan. Normalnya, kulit akan segera kembali ke posisinya.
Tapi kalau kulit kucing itu kembali secara perlahan-lahan ke posisinya, ini bisa menandakan dehidrasi.
Tanda lain kucing mengalami dehidrasi, antara lain:
Baca Juga: Song Ji Hyo Ancam Putus Kontrak dengan Agensi karena Nggak Bayar Gaji Pegawai
- Kehilangan energi
- Terengah-engah
- Menolak untuk makan
- Mata cekung
Untuk mengatasi kucing yang dehidrasi, kamu bisa menambahkan sedikit kaldu ayam atau daging tuna yang diblender pada air. Selain itu, jangan berikan makanan kering tapi makanan basah.
Kamu juga bisa menambahkan beberapa potong es batu ke mangkuk air mereka. Namun, kamu harus mengenali kebiasaan minum para anabul, misalnya mereka lebih suka minum di cat fountain.