Indotnesia - Nggak semua perempuan mengetahui atau pun sempat mengganti pembalut mereka setiap 4 jam sekali ketika sedang haid. Sementara, rata-rata perempuan akan mengalami menstruasi setidaknya 350 kali sepanjang hidupnya.
Meski sudah ada pilihan seperti tampon, sebagian perempuan lebih nyaman menggunakan pembalut sekali pakai. Sayangnya, hanya beberapa yang rajin mengganti pembalut apalagi ketika lagi deras-derasnya.
Berikut 6 bahaya nggak mengganti pembalut setiap 4 jam sekali saat menstruasi, seperti dikutip dari Health Shots:
Keputihan adalah kondisi ketika keluarnya cairan putih dalam jumlah berlebihan dari area genital. Keputihan tersebut bisa disebabkan karena kebiasaan nggak mengganti pembalut tepat waktu.
Gatal pada vagina
Nggak mengganti pembalut secara reguler juga bisa menyebabkan infeksi kulit. Area vagina akan gatal sehingga menjadi ruam dan iritasi. Bahkan, ada risiko gatal yang tak tertahankan dan muncul sensasi terbakar.
Ruam kulit
Ruam kulit di dalam atau di sekitar vagina biasanya akibat kebiasaan yang nggak menjaga kebersihan dengan baik, terutama selama siklus haid.
Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Nonton The Little Mermaid di Bioskop
Nggak mengganti pembalut setiap 4 jam sekali akan mengakibatkan infeksi jamur dan bakteri sehingga muncul ruam dan iritasi.
Infeksi saluran kemih
Bahaya lainnya yang mengintai adalah risiko terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK), yakni infeksi pada sistem saluran kemih meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
ISK dapat memunculkan sensasi terbakar saat buang air kecil, nyeri di perut bagian bawah dan bau tidak enak dari vagina.
Kulit terkelupas
Membiarkan vaginan basah selama pemakaian pembalut juga dapat menyebabkan masalah iritasi kulit dan pengelupasan kulit akibat gesekan terus-menerus. Ujung-ujungnya akan menyebabkan infeksi kulit.