Indotnesia - Lagi-lagi jagat publik heboh dengan berita perselingkuhan artis. Lalu, bisakah orang selingkuh bertobat?
Isu perselingkuhan adik Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqoh dan Rendy Kjaernett mengagetkan masyarakat. Pasalnya, wanita yang akrab disapa Nanas itu kerap membagikan momen kebersamaan romantis bersama suaminya Jeje Govinda.
Lantas, apa yang menyebabkan seseorang berselingkuh?
Selingkuh adalah suatu aktivitas tidak jujur atau penyelewengan terhadap pasangan.
Perselingkuhan biasanya dilakukan dengan berbagai alasan, seperti kebiasaan, rasa bosan dengan pasangan, kurang perhatian hingga penghargaan dari pasangan, tak puas dari segi seksual, atau adanya trauma dan masalah psikologis.
Lalu, apakah jika seseorang pernah berselingkuh bisa bertobat?
Mengakhiri hubungan perselingkuhan memang tak mudah, apalagi jika sudah berlangsung lama. Terlebih kembali bersikap dengan pasangan, berjanji untuk bertobat dan tidak mengulanginya.
Melansir Halodoc, Ahli Psikologi Klinis dan Konseling Jay Kent-Ferraro, Ph.D., mengatakan bahwa cobalah mengganti fokus. Seharusnya yang menjadi fokus bukanlah apakah tukang selingkuh bisa berubah, tetapi apa yang menyebabkan mereka selingkuh.
Selain itu, untuk dapat berubah dari kebiasaan atau perbuatan selingkuh perlu konsultasi dengan psikolog. Pasalnya faktor-faktor penyebab selingkuh harus lebih dulu diketahui agar sifat berpalingnya bisa diatasi.
Baca Juga: Dear Istri, Begini Cara Menghadapi Suami Selingkuh Menurut Pakar
Melansir laman Wellandgood, seorang Psikolog Alexandra Solomon Ph, D. mengatakan, ada sejumlah pertanyaan untuk dijawab oleh pasangan yang selingkuh.
Seberapa besar penyesalan yang dirasakan setelah selingkuh?
Apakah sudah bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat?
Sudahkah masing-masing pasangan memaafkan diri sendiri?
Hal-hal apa yang dapat dipetik dari hubungan yang dinodai dengan perselingkuhan?
Seperti apa pandangan pasangan yang selingkuh terhadap kesetiaan?