Indotnesia - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun sedang menjadi perhatian publik. Pasalnya, ponpes tersebut dianggap telah menyebarkan ajaran sesat.
Sebelumnya beredar kabar adanya penyelewengan yang dilakukan oleh pimpinan ponpes Al-Zaytun Syekh Panji Gumilang. Ada dugaan praktik aliran sesat dan tindak pidana lainnya.
Selain itu ada juga dugaan keterkaitan antara ponpes Al-Zaytun dengan Negara Islam Indonesia (NII).
Namun, saat ini pihak kementerian keagamaan masih menyelidiki hal tersebut. Lantas, bagaimana profil ponpes tersebut.
Profil
Ponpes Al Zaytun terletak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Memiliki nama lengkap Ma'had Al-Zaytun, gagasan ponpes ini telah dibangun sejak tahun 1993 tepatnya pada 10 Dzulhijjah oleh Yayasan Pesantren Indonesia (YPI).
Namun proses pembelajaran baru dilaksanakan pada 1 Juli 1999. Setelah itu, peresmian dilakukan di bulan Agustus oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.
Ponpes Al-Zaytun menjadi lembaga pendidikan mulai sekolah dasar hingga jenjang perkuliahan. Saat ini Ponpes Al-Zaytun dipimpin oleh Syekh Panji Gumilang.
Berdasarkan laman resminya, lembaga pendidikan ini memiliki visi dan misi untuk perbaikan kualitas pendidikan ummat. Hal itu dimasukkan dalam motto Ponpes Al Zaytun sebagai berikut:
Baca Juga: 7 Tips Jadi Pasangan Setia Agar Hubungan Langgeng
"Al-Zaytun pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas dan manusiawi."
Sementara tujuan didirikannya ponpes ini yaitu untuk mempersiapkan peserta didik yang taat kepada Allah dan syariat-Nya, terampil, serta mampu bersaing dalam kehidupan duniawi.
Ponpes Al- Zaytun didirikan di lahan seluas 1.200 hektar untuk menjalankan pendidikan. Sementara 200 hektar dibangun gedung sarana kompleks, seperti gedung pendidikan, asrama putra dan putri, masjid, sarana olahraga, dan sarana lainnya.