indotnesia

Apa Itu Bubur Asyura? Berikut Makna dan Awal Mulanya

Indotnesia Suara.Com
Kamis, 27 Juli 2023 | 17:37 WIB
Apa Itu Bubur Asyura? Berikut Makna dan Awal Mulanya
Bubur suro atau bubur Asyura. (Cookpad/@indrajied)

Indotnesia - Sebagian masyarakat Jawa mungkin tidak asing dengan menu makanan satu ini, yaitu bubur suro atau bubur Asyura

Bubur suro adalah sajian khas yang ada pada tradisi masyarakat Jawa dalam memperingati Tahun Baru Islam. 

Ada yang menggunakannya saat merayakan Malam 1 Suro atau 1 Muharram. Ada juga yang menyajikannya saat 10 Muharram. 

Bagi masyarakat Jawa, bubur suro merupakan uba rampe atau alat untuk memaknai hari kesepuluh di Bulan Muharram. 

Melansir laman indonesia.go.id, bubur suro adalah hidangan untuk memperingati hari pertama dalam kalender Jawa di Bulan Suro dan bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sultan Agung. 

Tak hanya sebagai uba rampe, makna bubur suro sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan menjadi persembahan dalam doa meminta rezeki, kesehatan, dan keselamatan. 

Mengutip laman NU Online, nama bubur suro sebenarnya berasal dari kata Asyura

Bubur suro memiliki komposisi dari beragam kacang-kacangan yang dimasak menjadi bubur. Biasanya dinikmati bersama dengan keluarga, saudara, anak yatim, atau orang-orang yang berpuasa pada hari tersebut. 

Namun, jika ditelisik lebih jauh asal muasal bubur suro dilatarbelakangi kisah Nabi Nuh. Hal itu seperti disebutkan dalam kitab Badai’ al-Zuhur karya Shaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas al-Hanafy , halaman 64.

Baca Juga: Profil Sinead O'Connor yang Meninggal Dunia Usai Jadi Mualaf

Artinya: Imam Tsa'laby berkata, perahu Nabi Nuh mendarat sempurna di sebuah gunung tepat pada tanggal 10 muharam atau hari Asyuro, maka Nabi Nuh melakukan puasa pada hari itu dan memerintahkan kepada kaumnya yang ikut dalam perahunya untuk melakukan puasa pada hari asyuro sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Dan dikisahkan bahwa seluruh binatang dan hewan yang ikut dalam perahu Nabi Nuh juga melaksanakan puasa. Kemudian Nabi Nuh mengeluarkan sisa perbekalan selama terapung dalam kapal, memang tidak banyak sisa yang didapat, kemudian Nabi Nuh mengumpulkan sisa biji-bijian itu, ada tujuh macam jenis biji-bijian dan jumlahnya tidak banyak, kemudian disatukan dan dijadikan makanan. Selanjutnya biji-bijian yang dimakan pada hari itu, yakni 10 Muharram, menjadi kebiasaan Nabi Nuh dan disukai. 

Melansir dari lama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cirebon, bubur suro terdiri dari bubur beras, santen kelapa, dan lauk-pauk. 

Lauk pauk di antaranya sambel goreng, dendeng daging sapi suwir, dendeng daging ayam suwir, ikan asin jambal asep, ikan asin ebi, oso (srundeng kuning), kacang tanah goreng, buah delima pretel, buah jeruk gede suwir, daun kemangi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI